Kuasa Roh Kudus | Pdt. Bobby Yesaya

Kuasa Roh Kudus

Pdt. Bobby Yesaya

08-06-14

Ketika kita mengasihi seseorang dan meletakkan kepercayaan kita kepada mereka, maka kita pasti percaya terhadap janji dan perkataannya. Demikian juga jika kita mengasihi Tuhan. Kita bisa mempercayai dan mengandalkan Dia, termasuk percaya akan seluruh janji-janjiNya, sebab Dia adalah Allah yang selalu menepati janji-janjiNya.

Kisah Para Rasul 1:8 mengatakan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dalam ayat ini disebutkan, kita akan menjadi saksi karena kuasa Roh Kudus yang turun atas kita. Jika ‘Yerusalem’ menggambarkan daerah di sekitar kita, maka ‘Samaria’ dan ‘ujung bumi’ adalah gambaran orang yang belum mengenal kebenaran Yesus.

Jadi, apabila Roh Kudus dicurahkan kepada kita, maka:

Kuasa itu akan bekerja untuk orang-orang yang tidak percaya yang perlu mendengar tentang nama Yesus. Markus 16:15 menulis, ”Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Kuasa yang berasal dari Roh Kudus akan bergerak apabila kita memberitakan injil sehingga kuasa dan mujizat adikodrati akan terjadi dalam kehidupan kita. Kisah Para Rasul 4:31 menceritakan bahwa penginjilan dengan kuasa akan terjadi apabila kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Karena itulah, seharusnya penginjilan menjadi kerinduan kita, orang percaya. Tanda-tanda dan mujizat akan menyertai hidup kita, dengan demikian ada demonstrasi kuasa Allah melalui hidup kita.

Kuasa itu akan bekerja sehingga kita menjadi saksi hingga ke Yudea (di tengah keluarga). Keluarga kita rindu melihat kekristenan kita tidak hanya sekedar omongan belaka. Hidup kita seharusnya adalah hidup yang bersama dengan Roh Kudus. Keinginan daging kita bertentangan dengan keinginan roh. Karena itu, saat kita memuaskan keinginan roh, otomatis kita mematikan keinginan daging. Paulus dalam 1 Korintus 12:3 mengatakan, “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus.” Dari ayat ini, kita tahu bahwa kita digerakkan oleh Roh Kudus pada saat kita mengaku Yesus adalah Tuhan. Ini yang membuat kita juga akan dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Allah rindu mengubah hidup kita untuk semakin bertumbuh kepada Yesus, karena suatu saat Allah sendiri akan menjemput kita sebagai kekasihNya. Hanya orang yang taat mendengar suaraNya dan rindu kepadaNya yang akan dijemputNya. Oleh sebab itu kita harus mengalami kepenuhan Roh Kudus hari demi hari. Salah satu ciri yang nyata adalah adanya damai sejahtera yang menguasai diri kita yang melampaui segala akal pikiran kita. Damai sejahtera ini dapat menjadi ‘alarm’ bagi kita apabila hidup kita mulai jauh dari Tuhan sehingga hidup kita menjadi berbeda dengan dunia, dan dengan demikian kita dapat menjadi kesaksian bagi orang disekeliling kita.

Marilah kita memberi diri kita untuk mulai hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Tuhan telah menjanjikan untuk memberi kita Roh Penghibur yang memampukan kita menjadi saksi dan perkataanNya pasti digenapi. Kta harus selalu memberi makan manusia roh kita supaya kita dapat bergerak dalam kuasaNya untuk menjadi saksi, tidak hanya bagi sekeliling kita, tapi juga sampai ke ujung bumi. Amin.