Uphill Momentum | Pdt.Thomas Tanudharma, M.Th

Uphill Momentum | Pdt.Thomas Tanudharma, M.Th

Uphill Momentum

Pdt.Thomas Tanudharma

15-06-14

Kesuksesan yang sejati tidak diukur oleh banyaknya aset atau jumlah uang dalam akun bank kita. Kesuksesan serta keberhasilan yang sejati adalah melakukan kehendak Allah secara penuh sampai Tuhan disenangkan. Alkitab mengatakan bahwa kita adalah lebih dari pemenang dan kita ditakdirkan untuk menyenangkan hati Allah. Kita juga harus mampu menemukan momentum yang tepat (kairos) agar kita tidak ketinggalan ‘waktu Allah’.

Ulangan 25:17 berkata bahwa bangsa Israel diharuskan mengingat perbuatan suku Amalek yang telah menyerang bangsa Israel namun pada ayat 19 juga diperintahkan untuk menghapus suku Amalek dalam ingatan mereka. Perintah kontradiktif ini diberikan supaya roh Amalek tidak sampai menguasai bangsa Israel.

Amalek sendiri merupakan keturunan Esau, yang mempunyai arti ‘penghuni lembah.’ Itu berarti ‘spirit of Amalek’ berbicara tentang roh yang memaksa seseorang tidak bisa melanjutkan pada ‘next level’ dan memaksa mereka tinggal di lembah tanpa mengalami peningkatan.

Kej 22:14 mengatakan; “Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” Ayat ini mengatakan bahwa penyediaan Tuhan terletak di atas gunung, bukan di bawah gunung. Oleh sebab itu, kita tidak boleh berhenti di dalam lembah, kita tidak boleh berhenti sampai kita tiba di atas gunung Tuhan. Mazmur 24:3 juga berkata, “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.” Pemazmur juga tahu bahwa kita tidak boleh berhenti di kaki gunung, dan harusnaik serta berdiri di atas gunung Tuhan.

Ada tempat dalam lembah dimana roh Amalek akan menawan hidup kita untuk tidak bisa maju naik ke gunung kudus Tuhan. Lembah-lembah penghambat kemajuan tersebut adalah:

1. Lembah baka/Lembah Air Mata (Valley of Weepping). Mzm.84:7 berkata , Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” Kita ditakdirkan hanya untuk melintasi lembah air mata, bukan tinggal di lembah air mata. Kita tidak boleh percaya bahwa takdir kita hanya untuk menerima bagian yang jelek-jelek saja dan kemudian terjebak untuk meratapi nasib.

2. Lembah Akhor/Lembah Godaan (Valley of Temptation). Hosea 2:14 mengatakan, Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.”Godaan ada di sekeliling kita, namun kita bisa menghindarinya dengan tidak memberikan kesempatan kepada godaan itu. Godaan seringkali datang dalam bentuk keinginan, tantangan dan kesempatan. Jangan biarkan godaan mengintip dalam kehidupan kita.

3. Lembah Eskhol/Lembah Kemalasan (Valley of Laziness) Bilangan 2:9 mengatakan, “mereka berjalan sampai ke lembah Eskol, melihat-lihat negeri dan membuat enggan hati orang Israel, sehingga mereka tidak mau pergi ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka.” Jangan biarkan kemalasan menguasai hidup kita karena dengan demikian kitapun malas untuk melanjutkan hidup kita menuju tingkat selanjutnya. Jangan fokus kepada problem atau masalah kita, lihatlah kepada Tuhan yang besar, maka kita pasti tidak akan malas untuk meraih cita-cita dan harapan hidup kita.

4. Lembah Kekelaman/Lembah Bayang-bayang Maut-Ancaman-Intimidasi ( The Valley of the shadow of dead). Mazmur 23:4 berkata, ”Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Ancaman dan intimidasi seringkali membuat kita untuk menjadi seseorang yang biasa-biasa saja. Namun kita perlu ingat bahwa kita perlu melakukan kehendak Tuhan dengan kualitas yang luar biasa. Kita tahu bahwa gada dan tongkat Tuhan akan melindungi kita apabila kita taat melakukan kehendak-Nya. Ketika kita melewati ancaman, kita hanya perlu mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan. Sebab daripadaNyalah pertolongan kita. Haleluya!

5. Lembah Berachah/ Lembah Berkat / Kenyamanan ( The Valley of Blessing). 2 Tawarikh 20:25 mengatakan, “Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya. Pada hari keempat mereka berkumpul di Lembah Pujian. Di sanalah mereka memuji TUHAN, dan itulah sebabnya orang menamakan tempat itu Lembah Pujian hingga sekarang. Lalu pulanglah sekalian orang Yehuda dan Yerusalem dengan Yosafat di depan. Mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita, karena TUHAN telah membuat mereka bersukacita karena kekalahan musuh mereka.” Iblis juga berusaha menahan kita dengan berbagai macam tipu muslihat, termasuk menawan kita dengan kelimpahan. Karena kelimpahan seringkali membuat kita merasa nyaman dan enggan untuk menghadapi kehidupan dengan tantangan dan resiko yang berbeda.

Mari kita hadapi setiap tipu muslihat serta siasat iblis dari roh Amalek yang berusaha menahan hidup kita untuk menaiki gunung Tuhan. Hadapi dan taklukkan setiap lembah-lembah yang ada dalam hidup kita, dan mulailah melangkah ke atas gunung Tuhan bersama Roh Kudus. Dengan kekuatanNya pasti kita dimampukan untuk sampai ke atas gunung Tuhan dan meraih setiap berkat yang disediakanNya. Amin!