Light in The Market Place | Ev. Mats Tunehag

Light in The Market Place | Ev. Mats Tunehag

Light in The Market Place

Ev. Mats Tunehag

13-03-14

Seperti halnya terang sangat berguna di tempat yang gelap,Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang bagi dunia ini dan secara khusus sebagian dari kita juga terpanggil menjadi berkat di dunia marketplace.

Amsal 31 bercerita tentang seorang wanita yang menjadi terang dalam dunia marketplace. Ayat 16 menulis, “Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.” Itu berarti, dia melakukan riset pasar, membeli sesuatu dan mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Ini berbicara tentang investasi dan memperbesar bisnis. Pada ayat 18 disebutkan bahwa dia tahun bahwa pendapatannya menguntungkan. Wanita ini tidak hanya berhenti pada bisnis yang pertama saja,namun juga bergerak kepada bisnis konveksi dan retail (ayat 24). Dia juga tidak menutup matanya kepada orang miskin (ayat 20). Dia memakai sebagian keuntungannya untuk dana sosial dan sebagian lain dipakai untuk mengembangkan bisnis dan menafkahi keluarganya. Wanita ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain (ayat 15), sehingga dia dikenal karena perbuatan baiknya di tengah masyarakat (ayat 31). Artinya, wanita ini dapat menjadi terang di marketplace, sebagaimana kita juga seharusnya dapat menjadi terang di dunia marketplace.

Tuhan kita adalah Tuhan yang kreatif dan Dia menjadikan kita segambar denganNya, kreatif untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Jadi untuk menjadi pebisnis yang kreatif di tengah-tengah dunia marketplace adalah suatu hal yang sangat ilahi, karena untuk itulah kita diciptakan. Selain kreatif, kita juga harus menyertakan campur tangan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita sehingga hasilnya dapat memberkati umat manusia dan bukannya menjadi sandungan bagi orang lain. Seperti pembangunan kapal nabi Nuh dan pembangunan menara babel. Keduanya adalah proyek kreatif, salah satunya melibatkan Tuhan sedangkan lainnya tidak melibatkan Tuhan, sehingga menghasilkan konsekuensi yang berbeda. Yang satu memberkati bangsa-bangsa, sedangkan yang lain memecah bangsa-bangsa.

Kesimpulannya, jangan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan Tuhan. Yang pasti, Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk memberkati kota Babilon (Yeremia 29:7)saat mereka dibuang dan bukannya ekslusif membangun komunitas sendiri. Kita perlu masuk dalam bisnis agar dapat memberkati kota tempat kita berada sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Ulangan 8:18 menyebutkan bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan untuk memperoleh atau menciptakan kekayaan. Kekayaan diciptakan bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama dan semua bangsa.

Ada tiga mandat penting yang diberikan Tuhan kepada kita:

  1. Amanat Penciptaan: Tuhan memberikan mandat kepada adam dan hawa untuk mennciptakan, merawat, menguasai, menaklukkan, mengurusi segala makhluk (Kejadian 1:28-30). Ketika proses ‘menaklukkan’ terjadi. ada proses pertambahan nilai. Dari satu tanaman, bertumbuh dan berbuah banyak. Lewat proses tersebut kita dapat membagikan berkat dan menjadi kebahagiaan bagi orang lain.
  2. Amanat Mengasihi: Kita harus mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Salah satu caranya adalah dengan berbisnis. Lewat bisnis, kita dapat menghasilkan produk yang bagus sehingga bisa memenuhi kebutuhan orang lain.
  3. Amanat Agung: Kita harus menjadikan semua bangsa muridNya. Hal ini juga bisa kita capai melalui bisnis.

Ketika kita masuk dalam bisnis dengan bertujuan untuk memberkati kota maka itu berarti secara tidak langsung kita ikut terlibat dan ambil bagian dalam usaha restorasi (perbaikan) Tuhan. Marilah kita memberkati bangsa dan negara ini melalui bisnis. Kembangkan karunia kita, menjadi profesional di manapun kita ditempatkan. Lakukan segalanya buat Tuhan, maka kita pasti akan diberkati dan mampu menjadi berkat. Amin.