Pondok Daud | Pdm. Lukas Anderson Lesnussa

Pondok Daud

Pdm. Lukas Anderson Lesnussa

20-07-14

Kisah Para Rasul 15:16-17 menuliskan, “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,” Dalam ayat di atas, dikatakan bahwa Tuhan akan mendirikan kembali Pondok Daud. Untuk itu kita perlu mencari kebenaran Firman Allah dalam ayati\ ini; mengapa Tuhan sangat merindukan Pondok Daud untuk berdiri kembali, dan bukan bangunan megah yang lain.

Pondok Daud ini adalah sebuah bangunan sederhana yang dibangun dari kayu bekas, suatu bangunan sederhana yang digunakan untuk menahan panas. Namun, yang terpenting dari semuanya itu adalah bahwa dibaliknya ada seseorang yang dekat di hati Tuhan, yaitu Daud.

Lalu apakah yang hilang dari gereja Tuhan, sehingga Tuhan sendiri berkeinginan untuk membangun kembali Pondok Daud di akhir jaman ini?

  1. Ketulusan Hati (Mazmur 78:70-72)
    Ketulusan ini adalah ‘integritas’ dan hal ini sudah jarang kita temui. Integritas adalah melakukan sesuatu yang sama walaupun sendirian dan tetap menjadi diri sendiri. Tuhan tidak tertarik dengan penampilan luar yang memukau, namun Tuhan melihat karakter seseorang. Daud telah membuktikan bahwa hatinya tulus dan apa yang diucapkannya sama dengan apa yang diperbuat. Kita seharusnya juga membuat perubahan dengan berintegritas. Apa itu integritas? Integritas adalah keutuhan yang bulat, ketulusan hati, bobot, kesungguhan, kebersihan hati, kejujuran hati, tidak pura-pura, lurus dan tidak serong. Ketika kita membangun integritas, maka kita akan memperoleh keberanian yang sama dilakukan oleh Daud (1 Samuel 17:48) dan Daniel (Daniel 3:16-17-18) dan bisa dipercaya (Lukas 16:10-12). Integritas dapat dibangun dengan cara; selalu menepati janji, taat dan tunduk, teguh memegang komitmen dan bertanggung jawab, satu kata, satu perbuatan, jujur dan terbuka, menghargai waktu, serta menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini.
  1. Kecakapan Tangan – skillfulness (Mazmur 78:72)
    Kecakapan itu berarti mempunyai pemahaman, pengertian yang benar, kemahiran, kecerdasan, kepandaian untuk mengerjakan sesuatu. Pemahaman juga berarti mengerti betul secara seksama seperti seorang suami mengenal istrinya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kecakapan adalah kemampuan, kesanggupan untuk melakukan sesuatu, kepandaian, kemahiran, ketrampilan, tangkas.
    Mari kita mengeksplorasi diri kita untuk mengenal kemampuan kita dan mengembangkan kemampuan kita secara maksimal agar kita dapat dipakai Tuhan secara luar biasa.

Tuhan terlebih rindu untuk membangun kembali Pondok Daud. Karena itu kita harus membangun diri kita dengan ketulusan hati dan kecakapan tangan. Mari kita belajar di manapun Tuhan menempatkan kita, tingkatkan kemampuan kita tanpa henti. Ketika kita mampu menyeimbangkan antara karakter kita dan kemampuan kita, Tuhan akan lebih mudah menggunakan kita sehingga kita dapat dipakai lebih lagi. Kita layak dipakai menjadi alatNya sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan. Amin!