Ketegaran adalah Jalan Menuju Kemenangan | Pdm. Suyono Lomena

Ketegaran adalah Jalan Menuju Kemenangan | Pdm. Suyono Lomena

Ketegaran adalah Jalan Menuju Kemenangan


Pdm. Suyono Lomena

27-07-14

Untuk menjadi murid Yesus banyak hal dan tantangan yang harus kita hadapi, namun di balik semua itu, ada proses di dalam rencana Tuhan. Saat kita sering menghindari ‘proses’, justru Tuhan memberi proses dari diri kita masing masing karena Dia mau melihat hasil akhir yang indah.

Kita semua menerima proses dari Tuhan, tak terkecuali Hana. Hana memiliki arti ‘Tuhan yang berkasih karunia’. Hana adalah seorang wanita tegar, yang kuat dalam iman, selalu optimis karena ketika mengalami masalah, dia dapat melihat bahwa masih ada kuasa yang lebih besar daripada masalahnya, yaitu Tuhan. Hana telah melewati banyak hal sehingga dapat disebut tegar.

  1. Hana tidak mendapatkan cinta seutuhnya dari suaminya (1 Samuel 1:2). Hana sedih ketika dia diduakan. Amsal 24:10 berkata,”Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”Kita tidak boleh tawar hati ketika menghadapi kesesakan. Hana memilih untuk membangkitkan kepercayaannya kepada Tuhan.
  2. Hana mandul. Hal ini diijinkan Tuhan agar Hana sadar bahwa kekuatannya terbatas, sehingga Hana setiap tahun mencari wajah Tuhan di bait Allah. Kemandulan apa yang kita alami? Tidak mengalami kemajuan ekonomi, komsel yang tidak bertumbuh, pelayanan yang tidak maju-maju? Mari kita mencari Tuhan lebih lagi dan jangan meratapi nasib.
  3. Ketidakadilan dalam pembagian dan selalu disakiti oleh Penina (1 Samuel 1:5-6).Dalam hidup dan pelayanan kita akan mudah mengalami gesekan dan masalah sehingga kita mudah sakit hati oleh orang lain. Karena pada dasarnya kita akan ditajamkan oleh sesama kita.

Ia ditegur imam Eli karena kepedihan hatinya. Ketika pemimpin kita menegur dan salah berbicara, apakah kita dapat menerimanya?

Semua hal yang terjadi pada dirinya dapat dijadikan alasan bagi Hana untuk tidak lagi beribadah kepada Tuhan,namun Hana tidak melakukannya semua itu. Dia justru semakin mencari wajah Tuhan dan Hana tidak mau membuka kesempatan bagi Iblis untuk merusak rencana Allah dalam hidupnya. Hatinya tetap tertuju kepada Tuhan.Itulah sebabnya dia datang ke bait Allah dengan tersungkur. Hana tidak membuka pintu kepada kekecewaan, kepahitan, maupun iri hati. Dia hanya memikirkan kasih Tuhan dalam hidupnya dan datang mendekat kepada Tuhan melalui doa tanpa menyalahkan siapapun.

Ketika Tuhan mendengar doa Hana, Ia menimbang setiap air mata dan mendengar setiap doanya. Tuhan kita mengerti segala persoalan kita.Hidup kita laksana emas yang dimurnikan. Allah akan terus memurnikan hidup kita sampai Dia sendiri melihat bayanganNya dalam emas tersebut.

Kita harus bangkit saat mengalami proses. Jangan menjadi batu sandungan saat mengalami kesesakan. Jagalah diri kita dari kepahitan, iri hati dan jangan menyalahkan orang lain. Marilah kita mencontoh Hana yang tidak mudah menyerah dan berputus asa.Hana selalu mencari wajah Tuhan dan tetap percaya kepada Tuhan karena semua janjiNya pasti terjadi. Dalam setiap proses pasti ada hasil akhir yang indah. Bertahanlah dalam kesesakan dan keluar sebagai pemenang! Haleluya!