Overcoming Trials is Overcoming The World | Pdt. Jonathan D. Sinambela

Overcoming Trials is Overcoming The World | Pdt. Jonathan D. Sinambela

Overcoming Trials
is Overcoming The World

Pdt. Jonathan D. Sinambela

09-03-14

1 Yohanes 5:19 menuliskan, “Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” Dari ayat di atas kita bisa mengetahui bahwa tak heran masalah dalam dunia ini bertambah banyak karena dunia ini berada di bawah kuasa si jahat.

Dalam Matius 13:20-22 dikisahkan tentang perumpamaan tanah yang menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan. Pada ayat 21 dikatakan tentang ‘tidak berakar’, yang berarti tidak memiliki hubungan dengan Tuhan yang benar. Dalam hal ini, orang yang menantikan Tuhan pasti akan mendapatkan kekuatan baru. Karena itulah kita harus melekat dengan benar kepada Tuhan, sehingga saat pencobaan datang, maka kita dapat berdiri teguh karena kita berakar dengan benar. Berdirilah teguh saat pencobaan datang, sebab kekuatan kita berasal dari Firman Allah yang menguatkan dan salah satu bukti nyata dari Firman Tuhan adalah kita mempunyai iman yang bertumbuh.

Selain itu, kita perlu memuridkan orang lain, sebab kita harus melakukan apa yang Yesus lakukan. Ketika melakukan apa yang Tuhan perintahkan, akan ada manifestasi mujizat dan kuasa Allah yang terjadi sehingga dapat menguatkan yang lain agar percaya kepada Allah.

Elia adalah salah satu nabi besar yang juga mengalami ketakutan ketika akan dibunuh Izebel. Padahal sebelumnya dia dengan berani menyembelih empat ratus nabi Baal. Tekanan dan intimidasi mampu membuat seorang nabi ingin mati. Namun, tujuan Tuhan sebenarnya adalah agar Elia menemukan Dia di gunungNya yang kudus. Karena itu malaikat memberikan tujuan agar ke gunung Horeb, yang juga dikenal sebagai gunung Sinai.

Dari sini kita melihat bahwa walau masalah yang kita hadapi semakin besar, Tuhan tidak pernah sekalipun meninggalkan kita. Melalui masalah, kita akan bertemu dengan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain yang berarti kita juga mempersiapkan orang lain agar dapat menjadi berkat.

Yohanes 14:30 menuliskan, “Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.” Iblis tidak berkuasa atas Yesus karena Yesus adalah pemilik dunia dan penguasa atas seluruh alam semesta ini. Dan Yesus telah mengalahkan dunia ini, sehingga Iblis tidak berkuasa atas diriNya. Yohanes 16:33 menuliskan juga, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yesus telah mengalahkan dunia ini dengan kasih. Dia rela memberikan nyawaNya bagi kita sehingga dengan demikian maut tidak berkuasa lagi atas diri kita dan semua itu terjadi hanya oleh Kasih.

Kita harus bertahan dalam pencobaan di masa yang semakin sulit ini. Tetap berakar dan bertumbuh teguh untuk semakin erat dengan Tuhan. Melalui permasalahan, kita pasti menemukan Tuhan di gunung kudusNya. Kita dapat mengalami perjumpaan Ilahi, dipulihkan, untuk kemudian memberkati dan memuridkan orang lain. Kita akan dapat membagikan kasih, sehingga melalui hidup kita nama Tuhan dipermuliakan. Dengan demikian, kita telah melakukan amanat agung agar memuridkan seluruh bangsa muridNya bahkan sampai ke ujung bumi. Amin!