Overcoming Obstacle | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Overcoming Obstacle | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Overcoming Obstacle

Pdt. Eluzai Frengky Utana

24-08-14

Ketika kita berbicara mengenai ‘overcoming obstacle’, itu berarti kita juga menang atas jebakan, perangkap, hambatan dan rintangan. Satu hal yang perlu kita mengerti adalah bahwa kita bukan diciptakan sebagai orang yang kalah, mengalami depresi, maupun tertekan. Kita harus memiliki keyakinan bahwa kita lebih dari pemenang. Karena itu, kita harus yakin bahwa kita memiliki hidup yang berkemenangan atas segala macam pencobaan. Semua itu dapat kita miliki saat kita menyerahkan seluruh aspek hidup kita kepada Kristus, sebab tanpa Tuhan, kita tidak dapat melakukannya. Selain itu, Tuhan mau agar kita untuk melakukan pekerjaan besar dalam dunia ini. Kita perlu bekerjasama dengan Tuhan agar dapat memiliki hidup yang berkemenangan.

Lukas 4:1-13 berbicara tentang pencobaan di padang gurun. Yesus pun tidak lepas dari ujian dan cobaan. Ayat pertama mengatakan, “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” Walau kita penuh roh kudus, kita tidak bisa terlepas dari proses. Kita akan dibawa ke ‘padang gurun’ untuk diuji, dengan tujuan supaya kita menjadi kuat. Karena itu, kita perlu setia ketika kita mengalami proses di ‘padang gurun’, sebab jika kita tidak setia, Tuhan tidak dapat memberkati kita dengan kelimpahan di tanah perjanjian.

Saat berada di padang gurun, Yesus dicobai lewat tiga hal; keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup/kesombongan. Yesus berhasil menang atas semua pencobaan tersebut, dan Iblis mundur untuk mencari waktu yang tepat (ayat 13). Iblis juga mencari waktu yang tepat untuk mencobai kita, sebab kita adalah gereja Tuhan (Kolose 1:18). Waktu terbaik bagi Iblis untuk mencobai kita adalah saat kita tidak mempunyai ketetapan hati untuk dipimpin Tuhan.

Kolose 1:18 berkata, ”Ialah Kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang Sulung, yang Pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” Yesus adalah Kepala kita yang tidak terpisahkan dengan kita sebagai jemaatNya. Namun, untuk menang atas segala rintangan dan halangan, kita harus melatih otot-otot rohani kita, melalui:

  1. Hidup dalam doa dan menghidupi Firman Tuhan:
    Tidak ada doa tanpa Firman, dan begitu juga sebaliknya. Ketika kita berbicara mengenai Firman, maka kita juga harus menghidupinya. Doa dan menghidupi Firman itu sangat penting dan tidak dapat terpisahkan.
  2. Memandang cobaan sebagai sebuah keberuntungan (Yakobus 1:2)
    Ada satu kesempatan yang terkandung dalam setiap cobaan dan ada satu cara yang tak terbayangkan yang Tuhan siapkan bagi kita. Setiap masalah yang diijinkan terjadi dalam kehidupan kita member kita kesempatan agar dapat bertumbuh. Kita ditentukan untuk naik dan bukan turun dan kita adalah lebih dari pemenang. Namun, latihan/proses diperlukan untuk membuktikan hal itu.
  3. Hidup dalam ketabahan (Yakobus 1:12, BIS)
    Ketabahan berarti mempunyai ketetapan hati dan kekuatan hati, terutama untuk menyampaikan Firman Tuhan dan melakukan kehendak Bapa. Jika kita mau melakukan kehendak Bapa, kita tidak perlu takut dikalahkan. Kita pasti mampu menghadapi hal-hal yang tidak mungkin serta melalui kesukaran sehebat apapun sebab Tuhan bersama kita.
  4. Kita membutuhkan satu dengan yang lain (Amsal 11:12)
    Kita tidak boleh sombong dan harus tetap rendah hati. Sebab, setinggi apapun pendidikan kita, tidak mungkin kita mampu menguasai semua ketrampilan. Karena itu, kita membutuhkan orang lain, tidak perduli seberapa rendah pendidikan orang tersebut.

Berdoa da belajar untuk menghidupi Firman. Hidup dalam ketabahan dan memandang setiap pencobaan sebagai suatu keuntungan dan ingat selalu bahwa kita membutuhkan satu dengan yang lain. Latihlah otot-otot rohani kita agar dapat hidup berkemenangan melewati semua pencobaan. Amin!