Biji Sesawi | Pdt Joshua Gunawan Handojo

Biji Sesawi | Pdt Joshua Gunawan Handojo

Biji Sesawi

Pdt Joshua Gunawan Handojo

17-08-14

Tuhan Yesus sering menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan pengajaran-Nya kepada murid-murid, salah satunya adalah perumpamaan tentang biji sesawi, sesuatu yang sangat kecil namun mampu menghasilkan sesuatu yang dahsyat.

Biji sesawi hanya sebesar sebuah noktah/titik kecil. Biji ini dicatat sebagai biji terkecil yang pernah ada dari segala macam tanaman yang tumbuh di Israel dan daerah Timur Tengah pada saat itu. Namun, dari biji sekecil itu, dapat dihasilkan tanaman pohon yang sangat lebat dan tinggi besar hingga mencapai sekitar 3-3,6 meter, pohon yang menjadi kesukaan burung-burung kecil untuk bersarang. Pertumbuhan biji sesawi ini sangat cepat dan “liar”, bukan hanya pohonnya, akarnya pun tumbuh sangat dalam dan tidak ada ruang kosong di dalam tanah di sekitarnya yang tidak ditumbuhi akar dari biji tersebut.

Lewat pelajaran mengenai biji sesawi ini, Tuhan mengingatkan bahwa kitapun berasal dari sesuatu yang sangat kecil bahkan tidak bisa terlihat dengan mata biasa, yaitu sebuah sel sperma. Bahkan sebelum menjadi bakal anak, kita dipilih dari sebuah sel sperma juara yang sanggup membuahi sel telur. Kita harus sadar bahwa kita ada saat ini berasal dari sesuatu yang sangat kecil. Karena itu kita adalah orang-orang yang luar biasa di hadapan Tuhan Kedua hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan mampu melakukan hal-hal yang dahsyat melalui sesuatu yang sangat kecil.

Injil Matius 17:14-21 menuliskan,ada seseorang yang mengadukepada Yesus bahwa anaknya sakit ayan dan sangat menderita. Anak itu sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Dia sudah membawa anaknya kepada murid-murid Tuhan, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.“Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. Beberapa waktu kemudian murid-murid bertanya kepada Yesus: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”

Dan Yesus berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (ayat 20).

Tuhan ingin agar kita mengerti bahwa bersama Tuhan kita dimampukan untuk melakukan hal-hal yang dahsyat, Bukan hanya bagi Tuhan saja, tapi juga bagi kita yang percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Mujizat akan terjadi kalau kita punya pemahaman yang benar tentang Tuhan.

Biji sesawi selalu dikaitkan dengan iman, dan iman adalah jembatan antara posisi kita sekarang ini dengan rancangan luar biasa yang telah Tuhan tetapkan bagi kita. Tuhan menyiapkan masa depan yang gilang gemilang, namun hal itu tidak bisa dicapai secara instan. Untuk bisa mencapainya dibutuhkan iman. Kita harus berjalan melalui “jembatan” iman untuk mencapai tujuan akhir kita, yaitu hal-hal yang sudah Tuhan persiapkan bagi kita.

Di saat segala sesuatu sudah tidak dapat lagi kita andalkan, kita harus tahu bahwa Tuhan selalu dapat diandalkan. Dengan berharap sepenuhnya kepada Tuhan, kuasa Tuhan akan bekerja sepenuhnya di dalam hidup kita.

2 Petrus 1:1, “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”

Bagaimana iman bisa kita peroleh dalam kehidupan kita? Iman itu ada dalam hidup kita pada saat kita membuka hati dan menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidup kita. Iman adalah karya Tuhan. Iman hanya bisa bekerja jika ada Tuhan yang menggerakkannya di dalam hidup kita. Bukan karena kita yang hebat, melainkan karena semua harus tunduk pada kehendak dan waktunya Tuhan. Status kita sebagai anak-anak Allah dan milik Allah seharusnya membuat kita tidak takut dan gentar pada setiap pencobaan yang datang karena iman mengalahkan semua keraguan dan iman berasal dari Tuhan.

Musuh dari iman sebesar biji sesawi adalah keraguan diri kita sendiri.Ketidakpercayaan membuat kuasa Allah tidak dapat bekerja seratus persen. Karena itu,saat Tuhan bekerja dalam kehidupan manusia, yang pertama diubahkan Tuhan adalah hidup manusia secara pribadi. Bersyukurlah jika kebaikan Tuhan mengubahkan hidup kita.

Bangunlah hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan, dan selama kebenaran firman Tuhan ada dalam hidup kita serta selama Roh Kudus memimpin hidup kita, itu berarti otoritas Allah yang tidak terbatas ada dalam hidup kita. Kalau segala sesuatu diijinkan Tuhan terjadi,semua itu baik adanya dan itu semua semata-mata hanya karena karya Tuhan yang bekerja. Jadi, sekalipun kita hanya memiliki iman sebesar biji sesawi, tetaplah percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan sesuatu melalui iman kita danmujizat pasti terjadi.Tuhan Yesus Memberkati.