Menyenangkan Hati Tuhan | Dr. Jerry Horner

Menyenangkan Hati Tuhan | Dr. Jerry Horner

Menyenangkan Hati Tuhan


Dr. Jerry Horner

31-08-14

Banyak dari kita pasti ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan Tuhan, sehingga Tuhan dapat berkata, “Aku tak akan pernah melupakannya.” Apabila hal tersebut menjadi keinginan kita semua, pertanyaannya, seberapa besarkah hal yang harus kita korbankan sebagai persembahan yang menyenangkan bagi Tuhan? Sampai seberapa jauh yang harus kita berikan sehingga dapat menyenangkanNya?

Mari kita lihat dalam Markus 14:3-9 dan Yohanes 12:1-8 yang menceritakan tentang Maria, saudara Lazarus, yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya. Maria memecahkan buli-buli minyak itu untuk mengurapi kepala dan kaki Yesus dan orang-orang mulai mengritik dia. Namun Yesus berkata untuk tidak mengritiknya, sebab “Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.” (ayat 6) dan “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya.” (ayat 8) dan “Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (ayat 9)

Seringkali kita melakukan sesuatu hal yang nampaknya sepele bagi orang lain, tetapi bagi Tuhan hal tersebut sangat luar biasa. Wanita pada jaman dahulu tidak diperbolehkan masuk ke dalam jamuan makan malam, tetapi Maria melakukan hal yang tidak umum sehingga orang mulai mengkritik dia. Ditambah lagi, dia telah memboroskan minyak urapan yang sangat mahal, seharga gaji orang empat tahun penuh, dan dipecahkan serta dicurahkan di kaki dan kepala Yesus. Bagi Yesus, apa yang dianggap ‘aneh’ bagi orang-orang di sekitarnya waktu itu justru berkesan bagi Dia sehingga Tuhan tidak akan melupakannya.

Sering kita melakukan sesuatu yang remeh bagi orang lain, bersyukurlah bahwa Tuhan tidak pernah melihat hal tersebut sebagaimana orang lihat. Seperti persembahan janda yang hanya sebesar satu duit, namun Tuhan berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.”Tuhan tidak mengukur berapa banyak yang kita berikan, tetapi diukur dari berapa banyak yang kita miliki setelah kita memberi.

Ada tiga hal yang dilakukan oleh Maria, sehingga apa yang dilakukannya sangat menyenangkan hati Tuhan.

  1. Dia sudah melakukan apa yang dia bisa lakukan. Untuk itu, mari kita lakukan apa yang dapat kita lakukan (ayat 8). Seringkali kita berpikir bahwa kita harus melakukan hal-hal di luar kemampuan kita, seperti hal yang luar biasa dari jumlah atau kejadian. Namun ketahuilah, Tuhan tidak meminta sesuatu melebihi kemampuan kita. Kita harus melakukan sesuatu dimulai dengan apa yang dapat kita lakukan.
    Maria dan Marta mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Yesus oleh karena bangkitnya Lazarus dengan cara mereka masing-masing. Lakukan apa yang dapat kita lakukan. Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang dapat mereka lakukan/berikan kepada Tuhan. Ketika kita menyerahkan apa yang kita miliki kepada Tuhan, maka Ia akan melakukan hal yang luar biasa melaluinya. Musa menyerahkan tongkat gembala di tangannya dan Tuhan melakukan mujizat-mujizat melalui tongkat tersebut. Daud memberikan pengumban dan batu untuk diserahkan kepada Tuhan, dan dia mampu mengalahkan Goliat. Seorang janda miskin memberikan minyak dalam buli-buli kecil kepada Elisa, dan Tuhan mengalirkan minyak yang tidak berhenti sehingga dapat dijual kembali untuk menutupi hutang janda tersebut.
  1. Dia sudah melakukan semua yang dapat dia lakukan. Untuk itu, pastikan kita telah melakukan SEMUA hal yang dapat kita lakukan. Lakukan apa yang dapat kita lakukan dan pastikan bahwa kita melakukan dengan maksimal. Jangan hanya setengah-setengah. Ketika Maria menumpahkan seluruh isi dari miliknya yang berharga, dia telah memberikan seluruhnya. Itu adalah bentuk kasihnya kepada Tuhan. Salah satu bentuk nyata dari kasih adalah memberikan semuanya, sama seperti Yesus memberikan nyawaNya bagi kita. Tidak ada setetespun narwastu yang tertinggal dalam buli-buli pualam tersebut. Ingat, Tuhan tidak mengukur dari seberapa banyak yang telah kita beri, namun dari seberapa banyak yang tinggal setelah kita beri. Tuhan tidak mengukur dari apa yang kita lakukan, tapi mengukur dari seberapa maksimal usaha yang kita lakukan. Tuhan tidak mengukur pencapaian kitatetapi mengukur dari apa yang seharusnya kita capai. Tuhan tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi Ia membandingkan dengan apa yang telah Dia berikan kepada kita. Sangatlah mudah untuk memberi hanya sebagian daripada yang seharusnya. Namun yang paling penting adalah, apakah Yesus disenangkan dengan pemberian kita?
  1. Lakukan itu semua sekarang. Yesus mengatakan bahwa Maria mempersiapkan hari penguburanNya. Ketika wanita pagi-pagi pergi ke kubur Yesus, mereka mendapati kubur Yesus kosong. Mereka membawa rempah-rempah dengan maksud untuk melumuri tubuhNya dengan rempah-rempah tersebut. Namun ternyata Yesus tidak ada dalam kubur tersebut. Seandainya saja Maria tidak mengurapi Yesus, tentu sama sekali tidak ada kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Jadi pada intinya, lakukanlah apa yang bisa kita lakukan sekarang juga. Karena kita tidak tahu dampak yang akan terjadi apabila kita tidak melakukannya saat ini juga. Lakukanlah sekarang juga apa yang Roh Kudus suruh kita lakukan sekarang, meskipun hal itu kelihatannya sepele. Bisa jadi Roh Kudus menyuruh kita bersaksi, memberi, atau apapun juga. Lakukanlah itu sekarang. Karena kita tidak tahu betapa penting hal tersebut bagi orang lain.

Jangan menunda-nunda apa yang bisa kita lakukan. Ketahuilah, Tuhan tidak meminta kita melakukan hal-hal yang luar biasa yang di luar kemampuan kita. Lakukan apa yang bisa kita lakukan secara maksimal sekarang juga, walaupun kelihatannya begitu sepele. Yakinlah bahwa Tuhan melihat dan memperhitungkan semuanya. Apabila kita taat dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan melipatgandakannya sehingga menjadi mujizat dan memuliakan nama Tuhan. Amin!