KINGDOM LEADERSHIP | Ev. Peter Kumar

KINGDOM LEADERSHIP

Ev. Peter Kumar

07-09-14

Leadership (Kepemimpinan) berbeda dengan Leader (Pemimpin). Kingdom Leadership (Kepemimpinan Kerajaan) adalah orang biasa yang dipilih oleh Tuhan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, Orang biasa yang dipilih Tuhan untuk menempati posisi yang luar biasa. Abraham adalah orang biasa yang dipilih dan dipanggil menjadi sahabat Tuhan. Menjadi sahabat Tuhan adalah menjadi tempat untuk Tuhan membagikan isi hati-Nya. Ketika Abraham menjadi sahabat Tuhan, dia diangkat menjadi bapa iman, lalu menjadi bapa orang beriman dan bapa atas bangsa-bangsa, Abraham menjadi sangat kaya dan diberkati.

Untuk menjadi sahabat Tuhan kita harus mengenal Tuhan lebih lagi dan meminta Tuhan mengajar kita banyak hal yang menjadi kerinduan-Nya. Namun, banyak dari kita yang tidak mau menjadi sahabat Tuhan, atau menjadi bapak iman atau bapak orang beriman dan hanya mau menerima berkatnya saja.

Kingdom Leadership (Kepemimpinan Kerajaan) juga berbicara tentang menjadi influence (pengaruh) atau menjadi sesuatu bagi orang lain. Sekalipun bukan seorang tentara, Kepemimpinan Kerajaan mampu menjadikan Daud yang seorang gembala domba menjadi raja atas Israel, menjadikan Yesus yang seorang tukang kayu menjadi Raja atas segala raja. Seorang Leader (Pemimpin) ditunjuk oleh orang lain, namun Leadership (Kepemimpinan) menantang kita menjadi sesuatu bagi orang lain. Alkitab banyak mencatat nama tokoh-tokoh yang awalnya adalah orang bisa tetapi diangkat oleh Tuhan menjadi tokoh yang luar biasa. Musa, seorang yang dibuang diangkat Tuhan menjadi pemimpin bangsa Israel, Ester seorang budak diangkat oleh Tuhan menjadi ratu, Debora seorang wanita biasa diangkat oleh Tuhan menjadi hakim atas Israel ataupun juga banyak nabi-nabi yang diangkat Tuhan untuk berbicara di hadapan raja-raja. Minta kepada Tuhan untuk mengubah hidup kita dan miliki kerinduan untuk berubah maka Tuhan akan mengangkat kita menjadi pengaruh bagi orang lain.

Dunia sedang berubah dan roh agamawi sedang bangkit untuk menghancurkan kekristenan dengan pembunuhan dan kekerasan serta menghancurkan kasih seorang dengan yang lain. Ada ketakutan baru di antara bangsa-bangsa terhadap dimensi rohani yang sedang bangkit tersebut.

3 prinsip Kepemimpinan Kerajaan yang bekerja mengangkat hidup kita untuk menghadapi bangkitnya roh agamawi adalah:

  1. Tuhan akan menyatakan diri-Nya kepada orang yang mengasihi-Nya dengan memegang perintah-Nya dan melakukannya, (Yohanes 14:21).

Daud adalah seorang yang mengasihi Tuhan dan dia sangat mengenal Allahnya. Ketika Goliat bangkit menghadapi bangsa Israel dan menimbulkan ketakutan di antara bangsa itu serta menyebabkan Saul yang seorang pahlawan pun harus mundur, Daud adalah satu-satunya orang yang tidak terima ketika barisan Israel dicemooh oleh Goliat. 1 Samuel 17:45, “Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” Daud berdiri bersama Tuhan. Dia menjadi lebih besar dari Goliat dan raksasa itu dapat dikalahkannya. Kita juga harus bangkit dengan berdoa, berpuasa dan bersyafaat untuk mengalahkan kuasa-kuasa dunia ini. Bersama Tuhan kita pasti menang.

  1. Kita harus belajar menerima apa yang telah Tuhan berikan.

Kadangala kita tidak mengerti bagaimana cara Tuhan mengangkat kita, dalam kisah Gideon dan 300 pasukan yang mengalahkan orang Midian dan orang Amalek, mereka semuanya hanya membawa sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu. Sepertinya tidak mungkin mengalahkan ribuan pasukan Midian dan Amalek hanya dengan 300 orang dan dengan membawa sangkakala, buyung dan suluh. Namun, ketika Gideon belajar menerima apa yang Tuhan berikan, kemenangan besar ada di pihak Gideon. Musuh tercerai berai dan TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain.

  1. Kita harus menghadapi masalah

Seperti halnya Daud dengan berani menghadapi Goliat tongkat dan umban atau Gideon yang menghadapi ribuan pasukan Midian dan Amalek dengan hanya 300 pasukan, kitapun harus berani menghadapi masalah kita. Tuhan akan menyertai kita menghadapi masalah, Ia tidak akan membiarkan kita sendirian dan Ia akan bekerja menyertai kita.