THE GREAT INTENTION OF GOD (Maksud & Rencana Tuhan Dalam Hidup Kita) | Pdt. Jonathan Anton

THE GREAT INTENTION OF GOD (Maksud & Rencana Tuhan Dalam Hidup Kita) | Pdt. Jonathan Anton

THE GREAT INTENTION OF GOD
(Maksud & Rencana Tuhan Dalam Hidup Kita)

Pdt. Jonathan Anton

21-09-14

Dalam Matius 13, tercatat banyak sekali perumpamaan. Di antaranya adalah perumpamaan tentang seorang penabur, dan perumpamaan tentang ilalang di antara gandum, perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi, dan sebagainya. Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan dalam pegajaranNya supaya memudahkan kita menyerap dan memahami berita yang disampaikan. Kita perlu memahami konteks tentang perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus, seperti; mengapa Yesus berbicara tentang benih; apa sebabnya. Semua itu harus dipahami secara kontekstual.

Matius 11:25-30 merupakan konteks yang sejati dari Matius 13, yaitu pada saat Yesus berjalan keliling memberitakan Injil Kerajaan Allah. Namun ada beberapa tempat yang menolak kabar baik ini, sehingga pada ayat ke 25, Yesus berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” ‘Bersyukur’ di sini adalah ‘agaleao’ yang berarti ‘bersyukur sambil menari dan bersuka cita sambil mengekspresikan rasa syukur’. ‘Orang bijak dan orang pandai’ berbicara tentang ‘religion spirit’ atau roh agamawi. Itu berarti, musuh utama dari injil Kerajaan Allah adalah ‘roh agamawi’. Sedangkan ‘orang kecil’ secara kontekstual berarti orang yang menerima berita Injil Kerajaan Allah tersebut.

Inilah maksud dan rencana Tuhan dalam hidup kita, yaitu memberikan Kerajaan Allah dalam hidup kita. Untuk itu kita harus menerima berita Injil Kerajaan Allah. Hal ini sama seperti ketika Allah memberikan seluruh dunia ini beserta segala isinya kepada Adam untuk berkuasa (Kejadian 1:26). ‘Berkuasa’ adalah ‘radah’, yang berarti, berkuasa, mengelola, mengatur, dan menikmati. Oleh sebab itu kita juga harus berkuasa, mengelola, dan menikmati KerajaanNya atas kita. Karena itulah kita disebut ROCK (Representative of Christ’s Kingdom).

‘Orang kecil’ di sini juga adalah orang yang percaya atas perkataan yang dikatakan oleh Raja itu tidak perduli fakta dan pergumulan yang sedang mereka hadapi. ‘Orang kecil’ (Lukas 12:32) juga berarti kawanan yang diutus Tuhan untuk menjadikan semua bangsa muridNya dan melalui kita, Kerajaan Allah dapat dimanifestasikan. Oleh sebab itu kita harus melengkapi diri kita dengan pengetahuan yang benar tentang Firman Allah. Kekristenan ini bukanlah agama. Kekristenan ini adalah intimasi bersama Tuhan, di mana Allah memimpin hidup kita. Di saat Allah memimpin hidup kita dan Kerajaan Allah itu nyata dalam hidup kita, maka mujizat pasti terjadi dan banyak orang dimenangkan. Mujizat membuktikan bahwa Raja itu bersama kita, Mujizat adalah manifestasi dari kehadiran raja dalam hidup kita. Kita tak perlu kuatir menjadi orang kecil atau kawanan kecil, sebab orang kecil dan kawananan kecil akan menjadi penentu nasib suatu bangsa.

Matius 11:28 membicarakan tentang orang yang letih lesu dan berbeban berat, yaitu manusia yang melakukan kehendaknya sendiri, melakukan hal-hal kedagingan. Orang-orang inilah yang diundang Tuhan untuk melakukan kehendak Raja dan Tuhan akan memberikan kelegaan bagi mereka. Itu berarti, saat kita melakukan kehedak Allah melalui buah-buah roh yang dimanifestasikan hidup kita, maka kita akan lebih semangat menjalani hidup kita untuk memperoleh destinasi Tuhan dalam hidup kita.

Lukas 17 berkata bahwa Kerajaan Allah ada dalam kita. Kerajaan Allah bukan berbicara soal makanan dan minuman, tetapi kuasa dan kuasa itu ada dalam hidup kita, Haleluya!

Marilah kita menerima Injil Kerajaan Allah dan mulai menghidupi Firman Allah dalam hidup kita. Hidup dalam kebenaranNya sehingga manifestasi Allah dinyatakan dalam hidup kita agar banyak orang melihat kuasa dan mujizat Allah dan dimenangkan. Janganlah kuatir apabila kita kalah secara jumlah sebagai orang kecil. Apabila kita memberikan respon yang benar, maka kita akan memberikan dampak bagi orang lain sebab kita adalah benih bagi Kerajaan Allah di muka bumi ini (Matius 13). Mari kita memultiplikasikan benih Kerajaan Allah tersebut dalam hidup kita, sehingga amanat agung itu dapat terealisasikan dalam hidup kita. Amin!