KELUARGAKU SORGAKU | Pdt. Ronny Daud Simeon

KELUARGAKU SORGAKU

Pdt. Ronny Daud Simeon

28-09-14

Sorga itu seharusnya tidak jauh, sorga itu dimulai dari rumah tangga. Seperti halnya doa Bapa Kami yang berkata, “datanglah Kerajaanmu jadilah kehendakmu di bumi dan di sorga”, seharusnya sorga dimulai dari lingkungan terkecil kita, yaitu keluarga.

Kata’ keluarga’ di dalam Alkitab terambil dari kata Yunani ’oikos’ yang berarti ‘sebuah tempat di mana kita merasa betah dan kerasan oleh karena atmosfir sorga di dalamnya.’ Juga berasal dari kata ‘terapeia/ household’ yang berarti penyembuhan. Jadi, rumah tangga adalah tempat untuk penyembuhan bagi anggotanya sehingga dapat tercipta suasana sorgawi.

Harus ada dua fondasi dalam sebuah keluarga seupaya dapat tercipta suasana sorgawi yang diinginkan Tuhan:

  1. Adanya pengetahuan tentang kebenaran yaitu Firman Allah
    Firman Allah dalam Amsal 24:3-4 berkata, “Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.” Ayat ini berbicara tentang rumah tangga, dan ada tiga hal yang dapat membuatnya tegak berdiri, yaitu: hikmat (wisdom); kepandaian (understanding;, dan pengertian (knowledge).
    Pengetahuan adalah ‘semua informasi yangterbaik yang bisa kita dapatkan adalah Alkitab, Firman Allah.’ Tidak cukup hanya pengetahuan, diperlukan juga ‘understanding’ atau kepandaian/pengertian yang dapat diperoleh.dengan merenungkan Firman tersebut siang dan malam untuk dapat dipahami, dikuasai, sehingga kita benar benar mengerti (understanding). Namun, Firman Tuhan tidak cukup hanya dimengerti, tetapi juga harus dipraktekkan, sehingga menjadi hikmat atau kebijaksanaan dalam hidup kita.
    Perkenalkanlah Firman Allah ke dalam keluarga kita, terutama kepada anak-anak sejak dini, sehingga mereka dapat mengenal Allah secara pribadi dan dapat mengalami Firman tersebut dalam hidup mereka supaya dari kecil mereka sudah tinggal melekat dalam Firman Allah.

2. Cinta (Love)
Cinta di sini bukanlah sekedar cinta yang dimengerti dunia pada umumnya. Alkitab mengajarkan ada empat jenis cinta.

  • Eros/ flashly love: kasih yang berdasarkan hawa nafsu yang harus dimiliki oleh pasangan suami istri.
  • Filia/ brotherly love: kasih persaudaraan yang dimiliki orang tua terhadap anak, saudara terhadap saudara yang lainnya.
  • Sterego love: kasih terhadap sahabat.
  • Agape Love: kasih sejati , kasih Tuhan.

Tuhan telah mengasihi kita tanpa syarat dan tanpa alas an. Seharusnya cinta inilah (Agape Love) yang harusnya dimiliki dalam keluarga, terlebih suami dan istri.

Cinta itu adalah pilihan. Putuskan untuk mencintai pasangan kita tanpa syarat. Kasih yang sejati juga bukanlah sekedar didasarkan pada emosi atau perasaan. Emosi hanyalah sebuah perasaanyang timbul akibat hormone dan hanya bertahan paling lama empat tahun. Untuk itu, kita harus memutuskan dan berkomitmen untuk mengasihi pasangan kita tanpa mengharapkan yang berlebihan (Love is a decision to commit to meet the needs of another for life without expectation).

Kenalilah kebutuhan pasangan kita. Kebutuhan suami dimulai dari ‘mutual satisfaction, connection, responsiveness of wife, initiation of wife, affirmation’.Sedangkan kebutuhan istri dimulai dari ‘affirmation, connection, non-sexual touch, spiritual intimacy, romance’.

Seharusnya sorga itu tidak jauh dan dapat kita ciptakan dalam rumah tangga kita. Mulai dengan menanamkan pentingnya Firman Allah dalam keluarga kita sehingga kita memiliki anak anak yang takut akan Tuhan. Sebagai pasangan, kita perlu mengenali kebutuhan dasar pasangan kita. kasih itu dmulai dengan memenuhi kebutuhan dasar pasangan kita. Melalui itu, anak-anak dapat melihat contoh nyata dari kasih yang ada pada orang tua mereka. Lewat hal ini, dapat tercipta atmosfir sorgawi dan keluarga kita dapat menjadi dampak yang baik bagi keluarga-keluarga yang lain. Nama Tuhan dipermuliakan. Amin!