Berjalan Melalui Lembah Baka | Pdt. Robert Sutanto

Berjalan Melalui Lembah Baka | Pdt. Robert Sutanto

Berjalan Melalui Lembah Baka

Pdt. Robert Sutanto

19-10-14

Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. (Mazmur 84:1-7)

Hidup ini penuh dengan perjuangan, halangan, rintangan dan tantangan serta lika-likunya. Namun, pemazmur tahu, bahwa salah satu kunci menghadapi tantangan hidup, adalah dekat dengan Bapa. Ayat 7 mengatakan tentang ‘melintasi lembah Baka’. Baka sering diartikan dengan ‘lembah kesedihan (sorrow)’, artinya, jika kita ‘melintasi’ berarti kita tidak tinggal dalam kesedihan dan hanya melewati saja. Memang dalam hidup seringkali kita mendapatkan kejutan yang tidak diharapkan, seperti kesedihan, kehilangan seseorang, dan lain sebagainya. Namun, kita tidak boleh hanyut dalam lembah tersebut. Karena tempat itu bukan destinasi kita, bahkan Tuhan berjanji membuatnya menjadi tempat yang bermata air. Kita tahu pada akhirnya Tuhan memberkati kita sekalian setelah melewati lembah Baka.

  1. Baka adalah tempat peperangan
    1 Raja-raja 20:20-23, 28 berbicara tentang peperangan bangsa Israel dengan bangsa Aram. Dari sini kita melihat bahwa Tuhan membawa bangsa Israel melalui ‘mountain experience’ dan ‘valley experience’. ‘Mountain experience’ adalah peristiwa di mana kita seolah-olah dikepung, namun pandangan kita jelas, perspektif kita jelas sambil memperkatakan perkataan iman dan kita menang atas peperangan tersebut. Sementara ‘valley experience’ adalah peperangan di saat kita tidak bisa melihat kondisi di depan. Hanya ada kegelapan di sekeliling kita dan hanya dapat mengandalkan Tuhan dalam keadaan kita. Lembah berbicara tentang ketakutan-ketakutan dalam hidup kita. Dalam ketakutan dan kegelapan di hidup kita, mari andalkan Firman Tuhan.
    Lembah juga berbicara tentang buah. Sebab buah tumbuh bukan di puncak gunung, namun di lereng lembah. Jadi, saat mengalami masalah, bersabarlah. Tuhan sedang berusaha menumbuhkan buah dalam diri kita. Akan muncul ketekunan, sabar, tanggung jawab, ketahanan ketika kita memilih untuk tetap berjalan dengan iman bersama Tuhan melalui lembah persoalan.
    Ingatlah bahwa kesukaran dalam hidup ini bertujuan agar kita berbuah (Kejadian 41:52). Penderitaan itu adalah bagian dari hidup dan baik untuk kita, karena tujuannya untuk memunculkan emas yang murni dari dalam hidup kita.
  2. Baka artinya ‘healing’
    Baka adalah nama tanaman langka, sejenis pohon yang menghasilkan balsem yang digunakan untuk menyembuhkan. Mazmur 84 berbicara tentang penyembahan kepada Tuhan (worship), dan penyembahan tersebut menyembuhkan kita. Ketika kita menyampaikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan, ada kesembuhan yang datang. Worship membuat kita dekat dengan Tuhan, mengalirkan kesembuhan kepada kita dan kepada sesama serta membuat kita dekat dengan Tuhan, sehingga kasih, damai sejahtera, dan suka cita ada dalam hidup kita.

Tuhan berjanji bahwa tempat kesengsaraan kita akan menjadi berkat dan menjadi suka cita. Saat kita melintasi lembah baka, Tuhan akan menjadikannya tempat yang bermata air. Hadirat Tuhan dan FirmanNya akan membuat kita mampu melewati lembah kekelaman dan lembah baka sehingga kita mampu keluar sebagai pemenang.