Winter of Right Happenings | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Winter of Right Happenings | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Winter of Right Happenings


Pdt. Eluzai Frengky Utana

26-10-14

Setiap waktu dalam hidup kita seharusnya adalah waktu yang tepat (right happenings) untuk diberkati dan dipulihkan. Setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita, harus diyakini bahwa semuanya atas seijin Tuhan. Meski kadangkala kita merasa sudah bergumul lama dan tidak kunjung mendapatkan jawaban atas permasalahan hidup kita, sangatlah penting untuk memiliki keyakinan bahwa apapun yang terjadi Tuhan akan membuat hal-hal besar dalam hidup kita agar nama Tuhan dipermuliakan. Sebagai contoh, seperti Nick Vujicic, yang terlahir cacat. Meskipun telah berdoa siang dan malam, Tuhan seakan tidak menjawab doanya. Namun, di balik itu Tuhan menggunakan Nick menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Yohanes 4 berkisah tentang keadaan tidak menyenangkan yang dialami seorang perempuan Samaria. Dia terpaksa harus mengambil air sumur di siang hari agar tidak perlu berpapasan dengan orang lain. Perempuan ini mengalami minder dan rendah diri karena kawin cerai dan saat itu hidup dengan orang yang bukan suaminya. Secara tidak langsung, dia mengalami musim dingin dalam hidupnya. Dia kekurangan kasih sehingga kawin cerai. Sebagai orang Samaria, dia juga dijauhi oleh bangsa Israel. Namun, ketika Yesus hadir, hidupnya diubahkan sehingga dia diampuni. Kasihnya berkobar-kobar sehingga dia mau menceritakan kabar baik itu, dan satu kampung diubahkan karena dia bertemu telah dengan Sang Air Hidup. Haleluya!

Mari milikilah purpose (tujuan) dalam hidup kita. Bukan hanya dipulihkan untuk memulihkan, tetapi juga bagaimana kita memuliakan nama Tuhan dalam hidup kita sebagai wakil kerajaan Allah lewat gaya hidup kita.

Tuhan tahu kebutuhan kita yang terdalam. Lewat pribadi Tuhan sendiri, Yesus dapat membuat kejadian dalam hidup yang menurut kita tidak tepat menjadi ‘right happening’ (Yohanes 4:15). Karena itu, siapkan diri kita untuk menerima ‘waktu yang tepat’ dari Tuhan.

Tuhan adalah Bapa yang baik. Dia selalu mempedulikan hidup kita. Apapun yang terjadi, percayalah bahwa segala sesuatunya mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Ia punya tujuan tertentu melalui berbagai macam permasalahan dalam hidup kita. Lihatlah sebagaimana Tuhan melihat setiap persoalan yang diijinkan datang dalam hidup kita. Dengan demikian, kita akan hidup berkemenangan dan terbang melalui badai hidup.

Kita harus menghidupi apa yang Yesus katakan dan jangan hanya sekedar mendengar. Jika kita menghidupi apa yang Yesus katakan, maka dalam hidup kita akan terisi dengan Firman Tuhan (Yohanes 4:16-18). Jangan seperti lalat yang hanya melihat kotoran karena pikirannya berisi kotoran. Jadilah lebah yang melihat kembang karena pikirannya berisi kembang. Apa yang dihasilkannya berbeda; lalat menghasilkan kotoran dan sakit penyakit, sedangkan lebah menghasilkan madu. Semuanya berawal dari apa yang ada dalam pikiran kita kemudian dilakukan. Jangan hanya menjadi pendengar, tetapi pelaku Firman Tuhan, sehingga gaya hidup kita juga berdasarkan Firman Tuhan. Kita juga harus bergaya hidup penuh kejujuran sama seperti wanita itu jujur di hadapan Tuhan. Seringkali kita menyembunyikan kebenaran karena takut tidak diterima orang. Sering pula kita

menyembunyikan sesuatu, terutama yang berkaitan dengan kelemahan. Namun 2 Korintus 12:9 berkata bahwa dalam kelemahan kita, kuasa Tuhan menjadi nyata. Janganlah menutupi kelemahan kita, sebab di tangan Tuhan, kelemahan kita akan menjadi kekuatan. Selain itu, kejujuran adalah awal dari pemulihan dan kunci untuk menerima berkat dan orang yang berani jujur adalah orang yang mengandalkan Tuhan. Haleluya!

Yohanes 4:23-24 berkata, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Firman ini menjelaskan bahwa kita harus mempunyai gaya hidup dipimpin oleh Roh dan menghidupi kebenaran. Inilah yang disebut ‘Kingdom Lifestyle’ dalam Roma 14:17. Jika kita menghidupi kebenaran, maka gaya hidup itu akan keluar dengan sendirinya dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan hidup kita.

Yohanes 4:28, “Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:” Perempuan itu pada awalnya membawa tempayan untuk mengisi air untuk kebutuhan hidupnya, seperti untuk memasak, minum, mandi, dan lain sebagainya. Namun, ketika wanita tersebut telah mengalami perjumpaan Ilahi dengan Sang Air Hidup, dia meninggalkan tempayannya. Dari ayat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kita harus memiliki prioritas yang benar saat telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Tragedi yang paling besar bukanlah kematian atau kebangkrutan, melainkan tidak memiliki tujuan hidup atau memiliki prioritas yang keliru. Jika kita mengalami masalah namun tetap memprioritaskan Tuhan, maka kita akan tetap memandang Tuhan dan mengalami mujizat melalui masalah dan masa sulit kita.

Mari, alami Tuhan dalam hidup kita, meski masalah sebesar apapun diijinkan terjadi dalam hidup kita. Tuhan adalah Bapa yang tahu kebutuhan hidup kita dan Dia seringkali mengijinkan proses terjadi dalam hidup kita. Percaya dan tetap setia. Akuilah kelemahan hidup kita. Milikilah prioritas dan tujuan hidup yang benar. Isi hidup kita dengan Firman Tuhan, maka kita akan dapat memandang setiap masalah dengan pandangan yang berbeda. Sebab kita tahu, dalam setiap masalah, ada undangan untuk pesta mujizat dan pemulihan terjadi dalam hidup kita, sehingga orang lain dapat melihat, bahwa ada Tuhan dalam kehidupan kita. Nama Tuhan dipermuliakan. Amin!