Good Speed | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Good Speed | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Good Speed

Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

02-11-14

Kita perlu mengerti bahwa tidak semua orang dapat masuk dalam ‘waktu yang tepat’ (right happening). Kita perlu memiliki karakter yang benar agar ‘right happening’ dapat terjadi dalam kehidupan kita. Matius 24:44-51 menceritakan tentang dua macam hamba. Hamba yang setia dan bijaksana berjaga-jaga sampai tuannya datang, sementara yang lainnya berleha-leha dan asyik makan minum bersama pemabuk, sehingga akhirnya tuannya membunuhnya. Kitalah hamba yang dimaskudkan dalam perumpamaan tersebut, oleh sebab itu kita harus berjaga-jaga menjelang kedatanganNya yang semakin dekat.

Matius 24: 45-46; menuliskan, “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Sang tuan dikatakan hanya mengangkat hamba yang ‘setia dan bijaksana’. Tuhan adalah tuan yang ‘mengangkat’, memberi promosi kepada kita hamba-hambanya, namun syaratnya adalah ‘setia dan bijaksana’. Bijaksana di sini berbicara tentang talenta, kemampuan kita; sementara setia adalah sifat, atau karakter.

Untuk menjadi hamba yang setia dan bijaksana, kita harus melengkapi diri kita dengan nilai-nilai atau karakter yang baik dan juga meningkatkan kemampuan serta talenta kita. Dunia pun juga melihat seseorang dari nilai-nilai orang tersebut. Itulah pentingnya mengapa kita harus menanamkan nilai-nilai LIGHT (Loyalty, Integrity, Generosity, Humility, Truth) dalam kehidupan kita.

Dalam kejadian 24, ada kisah seorang hamba yang mengalami ‘right happening’ bernama Eliezer. Eliezer mempunyai majikan yang bernama Abraham, dan dikisahkan bahwa Eliezer adalah hamba (doulos) yang memiliki ‘nilai-nilai’ dalam hidupnya sehingga ia dapat mengalami ‘right happening’.

Ada tiga tingkatan hamba: Orang percaya; orang yang dapat dipercaya; dan orang kepercayaan. Kejadian 24:2 mengatakan bahwa Eliezer adalah hamba senior, orang kepercayaan, hamba yang paling tua di rumahnya. Hal ini membuktikan kesetiaan Eliezer sebagai seorang hamba. Eliezer adalah orang kepercayaan yang dipercaya mengurus segala hal yang berkaitan dengan keuangan. Marilah kita meningkatkan kualitas kita agar tidak berhenti sampai menjadi orang yang dapat dipercayai, tetapi juga sampai menjadi orang kepercayaan.

Berlian yang bagus mempunyai kriteria 4C (Carat/Karat, Clarity/ Kejernihan, Cut/Potongan, Certificate/Sertifikat). Eliezer ternyata adalah ‘diamond class servant’ sehingga Abraham pun mengadakan perjanjian dengan Eliezer. Kriteria 4C dari Eliezer adalah:

  1. Commitment To The Covenant – Komitmen kepada Perjanjian
    Ketika Abraham mengadakan perjanjian dengan Eliezer untuk mencarikan sanak dari saudaranya sebagai jodoh bagi Ishak, Eliezer tetap setia kepada perjanjian tersebut. Dengan berhati-hati dia membawa unta beserta barang berharga ke kota Nahor yang seribu kilometer jauhnya tanpa berniat mengambil harta benda milik Abraham walaupun ada kesempatan.
    Marilah kita menjadi hamba yang memegang teguh perjanjian, menjadi orang yang bisa dipercaya dan menjadi orang kepercayaan.

  2. Consistent to his calling – Konsisten kepada panggilannya

Kejadian 24 :2 mengatakan bahwa Eliezer adalah seorang hamba senior. Eliezer menjadi hamba Abraham selama puluhan tahun. Padahal bangsa Israel mengenal tahun pembebasan, yaitu tahun ketujuh. Jadi satu-satunya cara untuk tetap menjadi seorang hamba adalah dengan sukarela.

  1. Courageous – Berani, Tabah
    Orang benar berani karena benar. Eleiezer tabah dalam menjalani tugasnya mencarikan jodoh bagi Ishak. Tugas ini sama seperti tugas kita, yaitu menyandingkan ‘Ekklesia’ (gerejaNya) dengan Tuhan Yesus dalam pesta pernikahan Anak Domba nanti. Oleh sebab itu kita harus bersemangat dalam menjalani tugas kita selama di dunia ini.

  1. Completed The Task – menyelesaikan Tugasnya
    Tidak hanya sekedar melakukan tugasnya, tetapi Eliezer juga menyelesaikan tugasnya sampai tuntas. Dia membawa Ribka sampai dengan selamat ke rumah Abraham. Konsisten adalah tanda kedewasaan dalam dunia dewasa ini. Eliezer berdoa, “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini (send me good speed this day-AV, give me success this day-NKJV), tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.”
    Kunci sukses adalah berhasil menjalankan misinya Tuhan, maka Tuhan akan membawa kita ke dalam kemuliaan demi kemuliaan, keberhasilan demi keberhasilan.

Marilah kita menjadi hamba yang bernilai sehingga kita bisa dipercayakan lebih. Sehingga melalui hidup kita, Tuhan akan membawa kita kepada kemuliaan demi kemuliaan. Laksanakan kehendak Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita dapat menyelesaikan tugas kita dengan berhasil. Apabila kita melakukan tugas yang diberikan Tuhan, maka pasti Tuhan akan memberkati (good speed) sehingga nama Tuhan ditinggikan dan Allah disenangkan, sehingga apabila saatnya telah tiba untuk kita pulang ke rumah Bapa, Tuhan akan berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaKu yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.” Amin.