RENEWAL | Pdm. Jimmy Padmadjaja, MPM

RENEWAL


Pdm. Jimmy Padmadjaja, MPM

23-11-14

Roma 12:1-2, “ Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Sebagaimana dunia ini berubah dan membutuhkan pembaharuan, dari yang lama menuju hal yang baru, hendaknya kita juga dapat memperbaharui pikiran kita, terlebih dalam hal rohani. Terkadang, pembaharuan tersebut melibatkan suatu peristiwa yang menyakitkan sampai pola pikir kita diubahkan. Seperti Saulus yang mengalami kebutaan tiga hari dan kemudian mengalami pembaharuan pikiran sehingga menjadi Paulus, seorang rasul yang dahsyat dan mencintai Tuhan luar biasa.

Roma 12:1-2 diawali dengan kata ‘karena itu’. Kata ‘karena’ berarti ada hubungan sebab akibat. Hubungan tersebut tidak dapat terlepas dari pasal sebelumnya sampai pemikiran Paulus membuahkan fondasi yang membuatnya semakin tegak berjalan melalui masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya. Seperti Paulus, kita dapat memiliki fondasi yang kokoh yang dapat membimbing kita menuju pembaharuan yang berasal dari Kristus.

  1. Led by Commitment – dipimpin oleh satu visi/komitmen
    Kita perlu mengerti bahwa kehidupan ditentukan oleh akhirnya. Kita harus mengerti dan mempunyai visi tentang bagaimana kita menjalani hidup ini sehingga segala tindakan kita dijalankan berdasarkan visi dan komitmen yang kita punya di awal perjalanan.
    Roma 12:1-2 menunjukkan tujuan akhir kita, yaitu mempersembahkan tubuh kita kepada Kristus. Ini berarti keseluruhan dari tubuh kita: tubuh, jiwa, roh. Itu berarti juga pikiran kita harus tertuju kepada Kristus dan diserahkan kepadaNya, termasuk visi kita. Francis Schaffer berkata, “ I do what I think, I think what I’ve believe”. Itu berarti, setiap pikiran dan tindakan yang kita lakukan berdasarkan dari apa yang kita percayai. Jika kita mengerti bahwa tujuan hidup kita adalah demi kemuliaan Tuhan, maka tentu sikap dan tindakan hidup kita akan mencerminkan visi yang kita percayai tersebut.

2.  Effect of Commitment – Efek dari komitmen
Setiap benda yang kita gunakan adalah hasil proses dari sesuatu yang awalnya sederhana. Seperti meja yang berasal dari kayu; kayu tersebut di ubahkan atau ditransformasikan sehingga menjadi bentuk yang dapat kita gunakan secara maksimal. Roma 12:2 juga berkata tentang hal yang sama, yaitu transformasi. Seperti proses transformasi ulat menjadi kupu-kupu. Untuk itu kita harus menaklukkan pikiran kita kepada Firman Tuhan agar FirmanNya yang hidup mentransformasikan hidup kita dan nama Tuhan dipermuliakan. Jangan berubah menjadi seperti dunia ini, tetapi berubah menjadi seperti Yesus.

3.  Discipline of a commitment – disiplin melakukan komitmen
Proses daripada pembaharuan ada empat, yaitu; study the Bible (belajar Firman Allah, observe (meneliti Firman Allah), berdoa setiap hari dan mengaplikasikan Firman Allah dalam kehidupan.

Hiduplah dalam FirmanNya yang hidup. Meneliti Firman Allah dan terlebih penting lagi, mengaplikasikan nilai-nilainya yang hidup dalam kehidupan kita sampai kehidupan kita diubahkan, dan nama Tuhan dipermuliakan lewat proses pembaharuan pikiran hari demi hari melalui FirmanNya. Amin.