Step into The Abundant God’s Grace | Ps. Iwan Sunito

Step into The Abundant God’s Grace | Ps. Iwan Sunito

Step into The Abundant God’s Grace


Ps. Iwan Sunito

30-11-14

‘All greatness has a birthing place’; segala yang besar selalu memiliki tempat kelahiran. Itu artinya adalah menerima panggilan dan menerima respon pada panggilan kita. Kita harus berani mengambil keputusan untuk menerima panggilan Tuhan dalam hidup supaya kita dapat melangkah masuk dalam kasih karuniaNya (step into the abundant God’s grace).

1 Samuel 1:21 menceritakan tentang kisah hidup Hana, yang semula berdoa meminta anak kepada Tuhan sebab rasa sakit hatinya karena diejek Penina, madunya. Saat kita memberanikan diri untuk masuk ke dalam kasih karunia Tuhan, hidup kita seharusnya juga memberi inspirasi bagi orang lain untuk masuk ke dalam kasih karunia Tuhan. Namun, seringkali kita seperti Hana yang berfokus kepada masalah tanpa memperhatikan bahwa dia diberkati Tuhan dengan suami yang sangat mengasihinya (1Samuel 1:5, KJV, NKJV). Elkana memberinya bagian yang terbaik, meski Hana tidak memiliki anak. “(A worthy Portion – KJV, Double Portion – NKJV), sebab TUHAN telah menutup kandungannya.

Sebenarnya, pada saat kita mengalami masalah, Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Namun, sering kita tidak melihatnya karena terlalu fokus terhadap kekurangan atau masalah kita. Kasih karunia Tuhan juga ada ketika kita mengalami kesusahan, karena ketika sedang mengalami tantangan sesungguhnya hidup kita juga sedang diproses Tuhan dan iman kita tumbuh saat kita menghadapi masalah dan kekurangan, bukann pada saat berkelebihan (2 Korintus 5:7). Transformasi seorang pemimpin yang luar biasa pasti selalu melalui proses yang sulit, karena kelemahan menghasilkan kekuatan. Semakin kita dilatih Tuhan, semakin kita mengalami proses agar semakin bertumbuh. Kelemahan dan kekurangan akan membuat seseorang semakin kuat. Dari kekurangan dan masalah yang dialami, kekuatan karakter seseorang semakin terbangun. Karakter yang baik tidak muncul pada saat seseorang berkelimpahan dengan kemudahan. Dalam kelemahanlah kapasitas dan karakter kita terbentuk. Karena itu kita harus bersyukur saat Tuhan mengijinkan permasalahan dalam hidup kita, sebab dalam kelemahan kita, kekuatan Tuhan menjadi nyata.

Hana datang ke bait Allah karena ingin supaya Tuhan menjawab doanya. Dia mempunyai pengharapan sangat besar dan hal tersebut menjadikan doanya bukan doa yang biasa-biasa. Jangan datang ke gereja tanpa pengharapan. Datanglah kepada Tuhan dengan pengharapan dalam segala doa-doa kita.

Terkadang Tuhan tidak hanya menggunakan masalah untuk membawa kita keluar dari zona nyaman namun juga lewat orang yang mencela dan mengkritik kita. Lewat krisis, Tuhan memakai mereka untuk membuat mujizat dalam hidup kita. Masalah kita dapat Tuhan ubahkan menjadi mujizat dalam hidup kita. Semakin ditekan, Tuhan akan membawa kita semakin tinggi.

Hana telah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Dia dicela oleh Penina sampai sakit hati dan membawa sakit hatinya dalam doa-doa dalam bait Allah. Hana berdoa sampai dikira mabuk oleh imam Eli. Yang Hana tahu, Tuhanlah yang sanggup menjawab doa-doanya. Bersyukurlah bahwa Tuhan adalah Tuhan yang membawa mujizat melalui masalah dalam hidup Hana. Tuhan mengijinkan Penina menyakiti hati Hana agar karya mujizat Allah dapat dinyatakan. Tuhan menjawab doa Hana, dan lahirlah Samuel.

Hana tidak sekedar dibawa keluar dari zona nyaman, namun Tuhan juga membawa Hana menuju zona hidup berkelimpahan. Namun ada ujian yang mendahuluinya, yaitu dengan cara Tuhan melihat hati Hana saat mujizat terjadi dalam hidupnya.

Tuhan sering membawa kita keluar dari permasalahan untuk kemudian diuji lewat ujian ‘kemuliaan’ dan ‘kelimpahan’. Banyak dari kita terdorong untuk ‘mencuri’ kemuliaan tersebut bagi diri kita sendiri. Banyak orang yang dulunya miskin, ketika telah diberkati menjadi serakah dan melupakan Tuhan.

Lalu bagaimanakah dengan Hana? Sangat mudah menepati janji untuk menyerahkan anaknya jika saja dia mempunyai dua orang anak. Namun Hana hanya mempunyai seorang anak, yaitu Samuel. Hana adalah orang yang menepati janjiNya dan Tuhan melihat ketulusan hatinya dalam menepati nazarnya. Maka, setelah Hana menyerahkan Samuel kepada imam Eli, Tuhan memberi tiga orang anak laki dan dua orang anak perempuan sebagai gantinya.

Ketika kita mengangkat tangan kepada Tuhan atas permasalahan hidup kita, maka Tuhan akan membawa kita mula-mula pada zona yang menguatkan, berlanjut kepada zona yang mencukupi kita, kemudian kepada zona berkelimpahan. Hana yang dulu dihina Penina dan oleh karena sakit hatinya, berdoa siang dan malam tiada henti. Kemudian dia diberikan seorang anak dan menepati nazarnya sehingga Tuhan memberikan dia kelimpahan anak lagi.

Lewat kisah ini, kita tahu bahwa Tuhan kita adalah Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir, Allah yang mengerti kebutuhan hidup kita dan mengerti isi hati kita.Jika kita merasa kekurangan iman, mintalah kepada Tuhan agar Dia memberikan kita iman, sehingga kita dapat melangkah dari mujizat menuju hidup yang berkelimpahan. Amin!