THE GOVERNOR | Pdt.DR.Timotius Arifin Tedjasukmana

THE GOVERNOR | Pdt.DR.Timotius Arifin Tedjasukmana

THE GOVERNOR (Edisi Khusus Natal)


Pdt.DR.Timotius Arifin Tedjasukmana

25-12-14

Kita tahu bahwa hari Natal adalah hari kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia dan Dirayakan secara mewah dan meriah di seluruh dunia. Namun, saat ini nilai dari hari Natal mulai bergeser dan dunia tidak lagi mengenal Juru Selamat mereka. Kebanyakan orang hanya mengenang Natal dari simbol-simbolnya, sepeti pohon natal dan Sinterklas. Bahkan beberapa dari mereka menghilangkan ‘Christ dari ‘Christmas dan menggantinya menjadi ‘X-mas’ tanpa menyadari bahwa Yesuslah ‘Christ of The Christmas’. Kita harus sadar bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus yang dirayakan di hari Natal (Jesus is Christ of the Christmas itself).

Raja Herodes dalam Matius 2 juga tidak menyadari arti natal sesungguhnya. Ia merasa terancam ketika mengetahui bahwa para orang Majus datang hendak menyembah Mesias, Sang Raja yang baru lahir. Herodes bahkan berencana akan membunuhNya.

Orang Majus mengetahui kelahiranNya berdasarkan bintang yang muncul, mengikuti bintang tersebut dan menemukan Yesus dalam palungan. Mereka datang dari jauh hanya untuk bersukacita dan menyembah Dia serta mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Emas adalah persembahan untuk raja dan kemenyan memlambangkan sesuatu yang ilahi (royal divine), sedangkan mur adalah tanda persiapan kematianNya. Orang-orang Majus yang berasal dari bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, justru jauh lebih mengenal kehadiranNya daripada ahli Taurat dan pemuka agama orang Yahudi.

Nama Yesus dalam bahasa ibrani adalah ‘Yeshua’ (YHWH saves), dan Kristus (Masiach, Kristos) berarti ‘yang diurapi’. Yesus Kristus adalah gambaran Allah itu sendiri. Dalam Matius 1:1 disebutkan bahwa Yesus Kristus,adalah anak Daud, anak Abraham. Disebut sebagai anak Daud, karena Alkitab menyebutkan bahwa Yesus lahir dari keturunan Daud. Berarti otoritas dan legitimasi benar-benar ada pada namaNya sebagai keturunan Daud. Dia adalah Mesias yang sejati, Tuhan Allah kita. Haleluya!

Dia disebut sebagai Anak Abraham karena dalam Kejadian 12 Tuhan berjanji akan memberkati segala bangsa melalui keturunan Abraham (the seed of Abraham), yakni Ishak. Yesus sendiri adalah ‘the Greater Ishac’, dan olehNya kitapun memperoleh berkat yang sama dengan bangsa Israel.

Nama lain dari Yesus Kristus yang sering disebutkan ada dalam Matius 1:22, yaitu Imanuel yang berarti “Allah beserta dengan kita”. Allah yang berada di tempat tinggi dan penuh kemuliaan, menyertai orang yang remuk dan rendah hati. Dia adalah Allah yang dekat dengan orang miskin, orang hina, dan rendah hati. Ia adalah Allah yang turun ke dunia supaya manusia dapat menjadi kudus.

Sebagian besar dari orang Indonesia mengenal Yesus sebagai salah satu nabi, yaitu Isa Almasih. Tetapi Yesus lebih dari sekedar nabi, Dia adalah Allah dan Firman itu sendiri. Dia adalah “I AM”.

Nama lain dari Yesus adalah ‘The Governor’, yang berarti kapten atau pemimpin yang maju mendahului untuk berperang (Yohanes 10:3); Juru Bicara atau Firman itu sendiri (Matius 4:4, Wahyu 19:13); Prince atau Putra Raja yang mewakili Bapa dengan kekuasaan penuh. Itulah yang membuat Yesus dapat membangkitkan orang mati, menghardik topan badai. Arti lain dari ‘The Governor’ adalah ‘seseorang yang memerintah, pemimpin, seseorang yang memegang kekuasaan sebagai raja’ (Yohanes 5:27). Yesus berkuasa untuk mengusir roh jahat, mencelikkan mata orang buta. ‘The Governor juga berarti pemimpin dari gereja-gereja (Efesus 1:22-23).

Banyak agama yang menawarkan keselamatan dengan mencari jalan untuk dekat kepada Tuhan. Namun, hanya Yesus Juru Selamat dunia. Dia rela meninggalkan tahtaNya di surga demi menebus umat manusia. Yesus adalah satu-satunya Jalan Keselamatan yang turun ke dunia dan menjadi nyata seperti manusia.

Di hari natal ini, kita perlu mengenal Yesus sebagai ‘Christ of the Christmas. Dia tidak hanya sekedar bayi kecil yang tidak berdaya. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Terang Dunia (Light of the World). Dia adalah ‘The Governor, sang Pemimpin, sang Gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya.

Jangan menjadi seperti bangsa Israel atau Herodes yang tidak mengenali Sang Mesias sejati. Kita harus mengenal Kristus secara pribadi dan bukan karena kita keturunan orang kristen selama beberapa generasi. Yesaya 9:6 berkata, “Sebab seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namaNya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yesus dapat melakukan mujizat lebih daripada yang kita minta atau doakan. Dia adalah Yesus, sang Raja Damai. PemerintahanNya tidak akan pernah berakhir. Terima Dia dengan rendah hati seperti seorang anak kecil, dan saat kita menerimaNya dalam hati kita, maka Allah akan mengaruniakan segala berkat rohani dalam surga.

Yesus juga adalah ‘The Lord’ atau Tuhan, Pemilik dari segalanya. Banyak orang hanya mau menerima Yesus yang memberkati, yang menyembuhkan, namun tidak mau mengakui Yesus sebagai Pemilik hidupnya. Karena itu,di hari Natal ini, marilah kita menyerahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dan berkenan pada Raja. Amin!