2015:Tahun Pelipatgandaan Mujizat | Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo

2015:Tahun Pelipatgandaan Mujizat


Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo

04-01-15

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru. Yakinlah bahwa dalam tahun yang baru ini kasih Tuhan atas kita tidak akan pernah berakhir. Mintalah tuntunan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Jangan ada alasan untuk berputus asa karena tahun depan pasti akan lebih baik daripada tahun ini.

Secara penanggalan Yahudi, pada bulan September kemarin kita telah memasuki tahun 5775, tahun Ayin He. ‘Ayin berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju pada kita (Mazmur 38). Dia mau mengajar kepada kita jalan-jalan yang harus kita tempuh, dan mata kita juga harus tertuju pada Tuhan. Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat.

Efesus 3:20 mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Tuhan sendiri yang akan melipatgandakan mujizat. Tuhan sendiri yang akan membuka pintu-pintu mujizat. Ijinkan Dia masuk ke dalam hati kita supaya Ia dapat bekerja dalam kehidupan kita dan melakukan mujizat yang dahsyat dalam kehidupan kita. Haleluya!

Kisah Para Rasul 2:19-20 mengatakan, “Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

Hari-hari ini, mujizat yang dahsyat akan terjadi pada kehidupan kita secara berlipat ganda.Menjelang kedatangan Tuhan kedua yang juga berbicara tentang goncangan yang pasti terjadi dalam kehidupan kita. Goncangan pasti terjadi dalam kehidupan kita, namun Tuhan berjanji bahwa Dia pasti akan menyertai kita. Haleluya!

Tahun ‘Ayin He juga disebut tahun Sabat ganda. Bangsa Israel membuat siklus tujuh tahun (dihitung mulai bulan Juni tahun 1967), di mana pada tahun ketujuh para petani biasanya mengistirahatkan tanahnya untuk tidak ditanami. Istirahat berarti kita harus mempunyai iman untuk mempercayai bahwa Ia sendiri yang akan mencukupkan kebutuhan kita asal kita mentaati FirmanNya. Double Sabat berarti juga berarti bahwa kita harus ‘beristirahat’ dalam hadirat Tuhan. Itu berarti kita harus banyak berdoa dan duduk diam dalam hadirat Allah. Kolose 3:1-4 berkata agar kita memikirkan hal-hal yang diatas, sebab Tuhan akan segera datang. Kita harus berjaga-jaga menjelang kedatanganNya yang kedua.

Kita harus mencontoh hidup Nuh yang dalam hidupnya bergaul dengan Allah dan hidup tak bercela. Kita harus hidup semakin dekat dengan Allah dan Dia akan mengangkat hidup kita saat kita hidup berkenan dan bergaul dengan Nya meskipun goncangan akan semakin nyata menjelang kedatanganNya yang kedua.

Tahun Sabat juga berarti bahwa kita harus semakin berharap kepada Tuhan karena orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru. Biarlah kekuatan Tuhan ada pada kita memasuki tahun yang baru ini. Haleluya! Untuk menerima mujizat daripada Tuhan kita hanya perlu bermodalkan ‘percaya dan iman’ saja. Berharap kepada Tuhan juga berarti mengucap syukur sebab itu yang dikehendaki Allah dalam hidup kita. Tetaplah bersyukur, bahkan pada saat-saat sulit dalam kehidupan kita dan tetap mengingat kebaikan Tuhan.

Mari masuki ‘Tahun Pelipatgandaan Mujizat’ ini dengan percaya bahwa kita telah menerima semua mujizat sambil mengucap syukur dalam setiap keadaan. Meskipun di masa depan akan tetap ada goncangan yang dahsyat, namun tangan Tuhan sendirilah yang akan memimpin kehidupan kita, supaya kita dapat beristirahat dalam hadirat Tuhan yang dahsyat. Amin!