HIDUP OLEH IMAN | Pdt. Rubin Adi Abraham

HIDUP OLEH IMAN


Pdt. Rubin Adi Abraham

11-01-15

Ibrani 20:20-22, “Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau. Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya. Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.

Iman, seperti yang kita ketahui, adalah sesuatu yang penting, sebab tanpa iman kita tidak akan mungkin berkenan kepada Allah, dan juga orang benar hidup oleh karena iman. Begitu pentingnya hingga kata ‘iman’ disebutkan sebanyak 588 kali dalam Alkitab.

Ibrani 11:1 mengatakan bahwa, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Semakin besar dasar (iman) yang kita gunakan, maka semakin besar hal yang akan kita dapatkan. Untuk itu, perluas kapasitas hati kita supaya mengalami mujizat yang luar biasa. Iman juga adalah bukti dari sesuatu yang belum kita lihat seperti yang tertulis dalam Akitab yang merupakan bukti tertulis dari apa yang belum kita lihat, seperti surga, misalnya.

Ada tiga ciri orang beriman yang harus kita miliki agar kita dapat mengalami perkara besar dari Allah:

  1. Punya pengelihatan iman atau visi ke depan (Ibrani 20:20, Amsal 29:18)
    Ibrani 11:20 berkata bahwa Ishak mempunyai pandangan jauh ke depan. Semua perkara ke besar dimulai dari visi (impian). Miliki visi besar yang daripada Allah (Yeremia 29:11), dan kita harus percaya bahwa masa depan kita cerah di hadapan Allah. Inilah yang ditangkap oleh Demos Shakarian pendiri FGBMFI. Ia berpendapat ; ”The me I see, is the me I’ll be”. Untuk itu, kita perlu memulai dari ‘hasil akhir visi kita”. Untuk menangkap visi kita perlu melihat ke; Atas (Tuhan); Dalam (potensi, talenta,passion, beban); Luar (kebutuhan sekitar untuk dipenuhi).

2. Punya perkataan iman (Ibrani 20:21)
Kita harus meneladani Yakub pada saat memberkati anak-anak Yusuf. Lewat perkataan iman Yakub, Tuhan memberkati keturunannya secara luar biasa . Roma 12:14 berkata, “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” Ketika kita memberkati (orang lain) maka berkat tersebut akan kembali lagi kepada kita. Miliki perkataan berkat, yang mampu melihat jauh ke depan walau kenyataannya kita lihat belum terjadi. Fakta dan iman adalah kenyataan, fakta adalah kenyataan dalam kenyataan, sedangkan iman adalah kenyataan dalam alam supranatural. Apa yang terjadi di alam roh pasti akan terjadi dalam alam jasmani. Karena itu, perkatakan hal-hal positif, yaitu perkataan iman agar hal itu terjadi. Bilangan 14:28 mengatakan bahwa apa yang kita katakan, itu juga yang akan Tuhan perbuat atas kita. Ucapan syukur juga paralel dengan ucapan berkat. Karena itu, naikkan ucapan syukur kita kepada Tuhan walau keadaan yang kita alami merupakan saat-saat yang sulit. Dia adalah Jehovah Jireh yang mencukupi kita. Miliki iman dan ucapkan berkat, karena semuanya terjadi oleh karena iman. Katakan “jadilah sembuh!” Ucapkan, imani, maka kita akan mendapatkan kesembuhan.

3. Punya keyakinan iman (Ibrani 20:22)
Yusuf yakin bahwa Allah akan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Untuk itu, janganlah bimbang! Markus 11:22-24 mengatakan, apabila kita tidak bimbang, maka yang kita minta dan doakan, selama kita percaya, hal itu akan diberikan kepada kita. Miliki iman kepada Allah.

 Miliki iman yang besar agar perkara-perkara Allah yang besar dapat terjadi dalam kehidupan kita. Miliki visi yang berasal dari Allah dan perkatakan kata-kata iman. Yakinlah bahwa kita sudah menerimanya. Hal itu pasti terjadi dengan tujuan nama Allah dimuliakan dan bukan demi kesombongan kita. Amin.