FORGIVEN & CHOSEN | Pdm. Paulus Herry Ariyanto

FORGIVEN & CHOSEN | Pdm. Paulus Herry Ariyanto

FORGIVEN & CHOSEN


Pdm. Paulus Herry Ariyanto.

18-01-15

Efesus 2:13-16, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh,” sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”

FORGIVEN: Diampuni

Kita perlu diampuni agar dapat bersekutu kembali dengan Allah. Karena itu, kita sangat membutuhkan pengampunan. Kabar baiknya adalah, Tuhan mau mengampuni kesalahan kita. Selain itu kita diampuni agar kita dapat mengampuni, seperti halnya kita dikasihi supaya dapat mengasihi. Selama kita belum menemukan sumber dari kasih dan pengampunan itu, maka kita akan susah untuk mengasihi dan mengampuni seseorang. Selama kita tidak bisa mengampuni, maka kita tidak akan pernah mendapatkan janji-janji Tuhan.

Roma 4:7-8 berkata, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Dosa harus diampuni, karena pada dasarnya dosa akan membuat kasih dan kuasa Tuhan tidak dapat bekerja dalam hidup kita. Karena itu hidup kita harus dibereskan dari dosa, sehingga kasih dan pengampunan bisa bekerja dalam hidup kita.

CHOSEN : Dipilih

Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi danmenghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamuminta kepada Bapa dalam nama- Ku, diberikan- Nya kepadamu”

Kita dipilih Tuhan agar kita dapat berbuah, yakni meninggalkan sebuah warisan hidup bagi generasi kita seperti, berbuah dalam pelayanan dan dalam pekerjaan. Lewat itulah nama Tuhan ditinggikan.

Yesaya 43:10, “Kamu inilah saksi- saksi- Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba- Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada- Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi”

Efesus 2:13-16, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh,” sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”

FORGIVEN: Diampuni

Kita perlu diampuni agar dapat bersekutu kembali dengan Allah. Karena itu, kita sangat membutuhkan pengampunan. Kabar baiknya adalah, Tuhan mau mengampuni kesalahan kita. Selain itu kita diampuni agar kita dapat mengampuni, seperti halnya kita dikasihi supaya dapat mengasihi. Selama kita belum menemukan sumber dari kasih dan pengampunan itu, maka kita akan susah untuk mengasihi dan mengampuni seseorang. Selama kita tidak bisa mengampuni, maka kita tidak akan pernah mendapatkan janji-janji Tuhan.

Roma 4:7-8 berkata, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Dosa harus diampuni, karena pada dasarnya dosa akan membuat kasih dan kuasa Tuhan tidak dapat bekerja dalam hidup kita. Karena itu hidup kita harus dibereskan dari dosa, sehingga kasih dan pengampunan bisa bekerja dalam hidup kita.

CHOSEN : Dipilih

Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi danmenghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamuminta kepada Bapa dalam nama- Ku, diberikan- Nya kepadamu”

Kita dipilih Tuhan agar kita dapat berbuah, yakni meninggalkan sebuah warisan hidup bagi generasi kita seperti, berbuah dalam pelayanan dan dalam pekerjaan. Lewat itulah nama Tuhan ditinggikan.

Yesaya 43:10, “Kamu inilah saksi- saksi- Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba- Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada- Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi”