The Peacemakers | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

The Peacemakers


Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

24-12-15

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Blessed are the peacemakers: for they shall be called the children of God.”
Matius 5:9

1 Tawarikh 22:9-10 menubuatkan tentang Salomo yang membangun bait Allah dan Allah akan mengaruniakan kedamaian dan keamaamanan atas Israel pada zamannya. Nubuatan ini adalah gambaran akan kelahiran dan kedatangan Kristus dalam dunia yang akan membawa pendamaian bagi dunia. Namun keahadiran Kristus di dunia lebih dari pada Salomo, Ia tidak hanya membangun bait Allah secara fisik, namun membangun bait suci rohani dalam diri setiap orang percaya. Yesus juga datang untuk mengokohkan kembali Kerajaan-Nya di atas bumi yang penuh dengan damai sejahtera. Yesaya 9:6-7 mengatakan bahwa namaNya akan disebutkan Penasihat, Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai. Dalam NamaNya ada mujizat yang takkan pernah berakhir. Besar kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud, karena Ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.

Allah berjanji kepada Abraham, bahwa melalui keturunan Abrahamlah maka seluruh bumi akan mendapatkan berkat (Kejadian 26:4). Janji tersebut merujuk kepada satu pribadi, yaitu Yesus Kristus. Dialah pribadi yang dibangkitkan untuk menjadi Anak sulung bagi kita, yang berarti akan ada anak-anak terang lainnya yang dibangkitkan untuk menjadi pembawa damai (peacemakers) bagi dunia ini.

Di tengah-tengah keadaan dunia yang penuh dengan keputusasaan, ketidakpastian, kuasa kegelapan, kematian dan ketakutan, dunia sedang menantikan putera puteri Allah dinyatakan untuk menjadi ‘peacemakers’ yang membawa damai sejahtera. Damai sejahtera disini bukan berarti tidak adanya peperangan atau teroris, namun juga membawa keselamatan, kesembuhan, kesehatan, kemakmuran, kemenangan bagi dunia ini.

Semua orang sedang membutuhkan pengharapan, kasih, damai sejahtera dan sukacita. Sebagai pembawa damai, seharusnya kita tidak berdiam diri, tetapi melakukan sesuatu bagi negeri ini. Sebab ketika Kerajaan Allah dinyatakan dan anak-anak terang berada, seharusnya ada damai sejahtera turun ke bumi. Yesus adalah Raja damai; yang berkuasa memberikan damai sebab hanya Dialah yang dapat memberikan damai bagi umat manusia. Damai sejahtera yang Yesus berikan tidak akan di dapatkan darimanapun, dunia tidak dapat memberikan damai sejahtera yang Yesus berikan.

Bahkan kehadiran Yesus saat akan dijatuhi hukuman mati, mampu membuat dua musuh; yaitu Herodes dan Pilatus berbaikan. Yesuslah damai sejahtera yang meruntuhkan segala tembok tembok penghalang (Efesus 2:14) dan bahkan melalui kematianNya Ia membatalkan hukum taurat dengan segala ketentuannya dan mengadakan damai sejahtera. Percayalah kepadaNya maka Ia akan membawa damai sejahtera di dalam kehidupan, pelayanan maupun keluarga kita. Matius 11:28-29 mengajak setiap yang berbeban berat agar datang kepadaNya dan Ia akan memberikan kelegaan (shalom).

Yohanes 16:33 mengatakan; “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Walaupun dunia ini penuh dengan penganiyayaan, namun damai sejahtera telah diberikan atas setiap orang percaya sehingga bisa menjadi pembawa damai bagi dunia. Terimalah damaiNya atas kita, terimalah kehadiran Juru Selamat dalam hati kita sehingga kita bisa menjadi pembawa damai (peacemakers) atas dunia yang gelap ini dan nama Tuhan dipermuliakan atas hidup kita.

Natal membawa kabar keselamatan bagi umat manusia bahwa telah lahir Raja segala raja dalam rupa seorang bayi yang diletakkan di atas palungan, dibedung dengan kain lampin yang melambangkan kematian. Dalam kesederhanaan Yesus lahir sebagai manusia, hadir di dunia dan mati di kayu salib untuk melepaskan dan membebaskan umat-Nya dari kuasa dosa serta memperdamaikan dengan Allah. Yesus membawa pengharapan bagi seluruh umat manusia. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini maka Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Kelahiran Kristus membawa Allah kepada manusia dan melalui salib manusia didekatkan kembali kepada Allah. Nama-Nya Imanuel, Allah beserta kita sehingga kematian tidak lagi mencekam.

Jangan pernah merayakakan Natal tanpa kehadiran Yesus di dalamnya. Terimalah kehadiranNya dan damai sejahtera akan turun diantara kita, sehingga kita bisa menjadi pembawa damai ditengah-tengah kegelapan dunia ini. KehadiranNya membawa pengharapan, kasih, damai, sukacita, kemuliaan, bagi dunia yang penuh dengan keputusasaan, kegelapan, dan ketidak pastian.

Amin!