HARTA DI BUMI VS HARTA DI SORGA

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”Matius 6:19-20

Ayat bacaan di atas mungkin sering kita dengar, pesannya sangat jelas “JANGAN MENGUMPULKAN HARTA DI BUMI“. Pesan ini memang jelas, namun aplikasinya sulit, karena kita semua yang masih hidup membutuhkan harta saat di bumi. Kita sering mendengar slogan yang paradoks, “uang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang“. Lalu bagaimana aplikasi dari pesan “jangan mengumpulkan harta di bumi tetapi kumpulan harta di sorga“, apa dan bagaimana mengumpulkan harta di sorga itu?Dalam suratnya, rasul Paulus meminta Timotius memperingatkan kepada orang yang berharta (orang-orang kaya), demikian: “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya”. (1 Timotius 6:17-19) Rupanya “mengumpulkan harta di sorga“ menurut rasul Paulus adalah perbuatan baik, kaya di dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi. Rasul Paulus juga memperingatkan bagi orang kaya adalah “jangan tinggi hati, dan berharap pada kekayaan, tetapi berharap kepada Allah. Kenyataannya adalah siapapun yang tinggal di bumi (dunia) pasti berharap pada harta. Lalu bisakah kita kaya harta di bumi tetapi juga kaya harta di sorga? Bisakah kita mengumpulkan harta di bumi, bersamaan dengan mengumpulkan harta di sorga? Bisakah kita kaya tapi tidak mengandalkan kekayaan? Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (1 Timotius 6:9) Kalau kita baca ayat ini, “ingin kaya“ saja sudah berbahaya. Apakah memang bisa Tuhan memberikan kekayaan kepada orang yang tak “menginginkan” kekayaan? Tuhan mengijinkan seorang menjadi kaya namun hatinya harus tidak terikat dengan kekayaan. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan”,(Ulangan 8: 17-18). Anda setuju? (DD)

Questions : 1. Menurut Anda apakah harta di sorga itu? 2. Apakah kita tak boleh kaya di bumi? Diskusikan.

Values : Bagi warga Kerajaan, hidup di bumi adalah persiapan hidup di sorga, sehingga fokusnya bukan harta di bumi.

Walau uang adalah segalanya, bukan berarti kita dibenarkan mencari uang dengan segala cara.

Bacaan Setahun: Ul. 11-12 Ams. 4