Holistically Renewed | Pdm. David Limanto

Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Titus 3:5)

Kata regeneration yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kelahiran kembali, berasal dari bahasa Yunani ‘paliggenesia’, yang memiliki arti pemulihan kerohanian mesianik, yaitu perbaikan kerohanian karena pembaharuan oleh Roh Kudus. Di dunia ini ada banyak filsafat dan pemikiran seperti teori revolusi Darwin, teori ledakan besar ‘Big Bang’ dan sebagainya. Jangan sampai pikiran kita dilahirkan kembali oleh pemikiran-pemikiran dunia, tetapi hendaklah pikiran kita dilahirkan kembali oleh pikiran Kristus melalui pembaharuan oleh Roh Kudus.

Sebagai manusia kita memiliki 3 unsur, yaitu tubuh, jiwa dan roh. Tubuh membutuhkan asupan dalam bentuk makanan dan minuman, ada rasa capek, ngantuk dan lelah serta hawa nafsu. Jiwa berhubungan dengan pikiran, perasaan & kehendak, membutuhkan asupan dalam bentuk informasi, rekreasi dan komunitas. Sedangkan roh adalah bagian manusia yang berhubungan dengan kebenaran, hati nurani, intuisi dan keintiman. Untuk memelihara roh kita dibutuhkan Firman Tuhan dan penyembahan kepada Tuhan.

Ada dua golongan manusia yaitu “manusia daging” dan “manusia roh”. Manusia daging lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat jasmani daripada rohaninya sedangkan manusia roh lebih mengutamakan hal-hal yang rohani dan hal-hal jasmani mengikutinya.

Ada 3 regenerasi yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita:

  1. Self Regeneration (Regenerasi Diri Sendiri)

Manusia roh meregenerasi diri sendiri dimulai dari roh, lalu jiwa dan kemudian tubuhnya.

  1. Meregenerasi roh dilakukan dengan membersihkan hati nurani, di pagi hari kita melakukan saat teduh, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, sehingga roh kita kuat dan peka membedakan yang benar dan salah.
  2. Meregenerasi jiwa dilakukan dengan menaklukkan pikiran kita kepada pikiran Kristus, memiliki visi yang spesifik dan mengejar nilai-nilai dan kualitas dalam kehidupan kita.
  3. Meregenerasi tubuh dilakukan dengan menyangkal diri melalui berpuasa dan memikul salib dengan cara bersaksi memberitakan Injil kepada sesama. 2. Marriage Regeneration (Regenerasi dalam Pernikahan)

Sebagaimana manusia memiliki 3 unsur, maka perkawinan pun memiliki 3 unsur yaitu tubuh, jiwa dan roh. Perkawinan harus dimulai dengan urutan yang benar yaitu dimulai dari persatuan dalam roh, lalu persatuan dalam jiwa dan diakhiri dengan persatuan tubuh. Jika urutan ini dibalik, maka akan dihasilkan perkawinan yang rusak dan hancur. Untuk meregenerasi pernikahan pun harus dilakukan dalam urutan yang benar sebagai berikut:

a. Meregenerasi roh.

Suami istri harus menjadi satu dalam roh, yaitu sama-sama menyembah Allah yang hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus dengan membangun mezbah keluarga. Jika dimulai dengan roh yang berbeda maka tidak akan mungkin terjadi regenerasi, melainkan kehancuran perkawinan.

b. Meregenerasi jiwa.

Suami istri harus dalam satu jiwa, pikiran perasaan dan kehendak yang sama yaitu sesuai dengan pikiran Kristus dan Firman Tuhan. Memiliki satu visi yang sama dan juga mengejar nilai-nilai serta kualitas yang sama.

c. Meregenerasi tubuh.

Suami istri yang menjadi satu tubuh setelah bersatu dalam roh dan jiwa, akan melahirkan keturunan/benih-benih Ilahi.

Keluarga yang memiliki kesatuan roh, jiwa dan tubuh akan mengejar hal-hal yang utama dan signifikan. Bukan hal-hal yang tidak penting. Istri harus mengijinkan suami berfungsi sebagai imam dan keluarga harus berada dalam “biblical order (tatanan Alkitabiah) yaitu Kristus sebagai payung bagi suami, suami sebagai payung bagi Istri, dan istri sebagai payung bagi anak-anak.

3. Generation Regeneration (Meregenerasi Generasi)

Generasi anak-anak kitapun harus mengalami regenerasi dan ini menjadi bagian tugas dan tanggung jawab orang tua. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab menyediakan makanan minuman, pakaian, uang sekolah dan kebutuhan fisik lainnya namun harus memastikan bahwa anak-anak mengalami pembaharuan dalam kerohanian mereka. Jika hal ini tidak dilakukan maka akan terjadi seperti di negara-negara Eropa dan juga Korea Selatan, di mana bangku-bangku gereja menjadi kosong karena generasi muda pergi meninggalkan gereja.

Proses regenerasi anak-anak kita juga harus dilakukan dengan urutan yang benar:

  1. Meregenerasi roh, dengan mengajak dan memperkenalkan anak-anak kepada Tuhan Yesus. Mengajak anak-anak dalam mezbah keluarga agar mereka belajar menyembah dan mengalami hadirat Tuhan.
  2. Meregenerasi jiwa, dengan membangun kedewasaan iman mereka, belajar hidup dalam nilai-nilai dan kualitas kerajaan Allah, memuridkan mereka dan membawa mereka menemukan panggilan Tuhan dalam hidup mereka.
  3. Meregenerasi tubuh, dengan melatih mereka beribadah dan berpuasa (jika diperlukan) serta memberikan makanan dan minuman yang layak dan berolahraga cukup.

Dalam hidup ini seringkali fokus kita salah. Kita hanya mengejar berkat materi, kemakmuran dan ketenaran. Seharusnya kita meregenerasi diri, keluarga dan anak-anak kita agar tetap berpaut kepada Tuhan, yaitu dengan memperbaiki kerohanian dan mengijinkan pembaruan oleh Roh Kudus dari hari ke hari. Alkitab mencatat bahwa seringkali ketika Tuhan telah memberkati umat-Nya dengan kemakmuran, justru mereka melupakan Allah-Nya. Jangan sampai ini terjadi dalam hidup kita. Mari meregenerasi diri, keluarga dan anak-anak kita sehingga kita tetap berpaut kepada Tuhan sampai masa kekekalan. Amin. (AAKW).