KERAS KEPALA

“Lalu mereka pergi ke tanah Mesir, sebab mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan .....” Yeremia 43:7

Menurut kantor berita Reuters, pada musim gugur tahun 1994, Alberto Gauna yang bertempat tinggal di provinsi Chaco, Argentina, mengalami depresi sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia mengambil senapan kaliber 22, mengarahkan ke kepala bagian kanan, dan menembakkannya. Senapan menyalak, namun Alberto masih hidup. Lalu ia mengarahkan senapan ke keningnya dan menembakkannya. Senapan menyalak, namun Alberto masih tetap hidup. Sekali lagi ia mengarahkan senapannya ke kepala bagian kanannya dan menembakkannya. Lagi-lagi ia masih hidup! Ia menembak kepalanya sekali lagi, namun ia masih saja tetap hidup. Dengan 4 butir peluru yang bersarang di tengkoraknya, ia memutuskan menembak tubuhnya di tempat lain. Ia mengarahkan senapan ke perutnya dan dor.....! Namun ia masih hidup. Sekali lagi.... dor! Ia masih hidup! Sakti? Tidak tahu! Tapi yang pasti ia lalu menyerah. Kemudian ia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Saya tidak tahu apakah orang ini sakti, pantang menyerah, tidak mudah putus asa, semangat membaja, atau apa saja boleh Anda sebutkan. Yang pasti ia adalah orang yang keras kepala. Biasanya, ciri-ciri orang keras kepala adalah sulit dinasihati, mau menangnya sendiri, tidak mau dididik, dan cenderung memiliki sifat pemberontak. Sepertinya Anda tidak susah mencari orang seperti ini di sekitar Anda. Kalau Anda mencari contoh orang keras kepala di Alkitab, yang paling mudah adalah orang Israel. Mereka terkenal dengan sebutan bangsa yang, “..... tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu” (Yesaya 48:4). Bagaimana dengan keadaan orang Kristen zaman sekarang? Apakah di gereja kita menemukan hal sperti ini: Apabila ditegur, mereka marah; jika dinasihati mereka ngambek, diarahkan ke jalan yang benar, mereka memberontak. Orang Kristen seperti ini tidak akan tahan menghadapi ujian hidup. Mereka mudah menyalahkan Tuhan apabila persoalan melanda. Mereka tidak dapat melihat kebenaran firman Tuhan dengan jernih, karena hatinya telah menjadi degil. Apakah Anda adalah orang yang mudah dinasihati? Atau Anda cenderung tidak mau “diluruskan”? Ini adalah gejala keras kepala. Apabila firman Tuhan datang bertubi-tubi menegur Anda, bertobatlah dan milikilah hati yang lembut, supaya firman Allah berkuasa menyelamatkan jiwa Anda. (DH)

Questions: 1. Apa ciri-ciri orang yang keras kepala? 2. Apa akibatnya jika kita menjadi orang yang keras kepala?

Values: Orang yang keras kepala tidak dapat melihat kebenaran firman Tuhan dengan jernih, karena hatinya telah menjadi degil.

Obat sakit kepala mudah dicari, obat keras kepala tidak ada obatnya kecuali firman Allah.

Bacaan :Ul.2, Yoh.19, Mzm.22