Living Victorious in The End Times | Pdt. Dr. Timotius Arifin.

Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. (Lukas 17:28-30).

Keadaan di akhir zaman akan terjadi sama seperti pada zaman Nuh maupun seperti pada zaman Lot.  Saat itu kota-kota di lembah Yordan (Sodom, Gomora, Adma, Zeboim) dibinasakan dan hanya 3 orang yang diselamatkan yaitu Lot dan kedua putrinya. Namun setelah diselamatkan mereka kembali melakukan hal yang tidak kudus, yaitu melakukan perkawinan incest, sehingga dari mereka diturunkan bangsa-bangsa yang menjadi musuh Israel yaitu Moab dan Amon. Tuhan memanggil kita untuk keluar dari sistem dunia untuk menjadi umat yang kudus bagi-Nya.  Kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Dia. Tuhan adalah kudus, sehingga kitapun harus hidup kudus dihadapanNya.

Sodom memiliki arti ‘tidak signifikan’, yaitu tidak bernilai di hadapan Tuhan. Ada 7 dosa Sodom yang harus kita waspadai:

  1. Keangkuhan (Arrogancy)
  2. Ketamakan/kerakusan (Greed/Gluttony)
  3. Kemalasan (Slothfullness/Idleness)
  4. Ketidakpedulian (Selfishness)
  5. Kesombongan (Pride)
  6. Penyembahan Berhala (Idol Worship)
  7. Penyimpangan Sex (Pervertness)

Keangkuhan dan kesombongn adalah hal yang sebanding. Sedangkan Ketamakan/kerakusan dengan kemalasan merupakan hal yang selalu berjalan bersama. Serta dimana ada penyembahan berhala akan diikuti dengan penyimpangan-penyimpangan seksual. Penyembahan berhala bisa berbentuk penyembahan kepada ‘mamon’ (uang), penyembahan kepada ‘eros’ (seks/kenikmatan), dan penyembahan kepada ‘kratos’ (kekuasaan). Mengasihi uang, seks dan kekuasaan melebihi kasih kita kepada Tuhan adalah bentuk penyembahan berhala.

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1 Yohanes 2:15-16).

Kita harus bisa membedakan ‘love’ (kasih) dan ‘lust’ (hawa nafsu). Kasih yang sejati bersedia mengorbankan diri bagi kepentingan orang lain. Sebaliknya hawa nafsu mengorbankan orang lain bagi kepentingan/keuntungan diri sendiri.

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2:17).

Apapun yang kita kenakan di dunia ini suatu saat nanti pasti rusak dan lenyap. Pakaian akan rusak dimakan ngengat, bahkan emaspun bisa turun nilainya.

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (2 Timotius 3:1)

Kita akan menghadapi masa-masa yang sukar. Masa yang sukar artinya masa yang sadis, masa yang buas, yaitu waktu-waktu yang dipenuhi dengan berbagai kekejaman. Berita pembunuhan yang kejam/mengerikan menjadi sesuatu yang biasa. Selain itu manusia akan menjadi semakin egois, mengejar hawa nafsu dan mengutamakan kepuasan dirinya sendiri.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, Tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.  (2 Timotius 3:1-4)

Di zaman-zaman akhir ini bukan hanya pria yang akan digoda oleh hawa nafsu, namun juga wanita. Dan godaan ini tidak memandang usia. Karena itu kita harus selalu berjaga-jaga. Jangan sombong dan merasa diri kuat. Selama kita hidup, godaan hawa nafsu akan selalu ada. Ikutilah gaya hidup para rasul yang menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan tetap setia mengasihi Tuhan sekalipun mengalami aniaya.

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. (2 Timotius 3:12-13)

Mari kita periksa diri kita, apakah kita masih mengasihi diri sendiri (“Philautos”- lovers of themselves), lebih mengasihi uang (“Philarguros”- lovers of money) atau mengasihi kenikmatan (“Philedonos” - lovers of pleasure) atau semakin mengasihi Tuhan (“Philotheos”- lovers of God)?

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (Yohanes 16:33).

Jangan kita berfokus mengejar hal-hal yang sifatnya materi. Kalaupun hal itu diberikan Tuhan, maka itu adalah bonus saja. Melainkan carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, yaitu posisikan diri kita sebagai makhluk mulia yang memiliki keserupaan dengan Yesus, maka Dia akan memenuhi semua kebutuhan kita (Matius 6:33). Berfokuslah hanya kepada Dia, belajarlah memandang ke atas (Kolose 3:1), maka ia akan memenuhi kebutuhan kita secara jasmani dan rohani, bahkan menjadikan kita sebagai umat yang senantiasa berkemenangan. Amin. (VW)