MENIKMATI HIDUP

“Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.”Amsal 30:8

Penulis Amsal menaikan sebuah doa kepada Allah yang bisa kita jadikan pokok perenungan bersama “Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku“. Penulis Amsal tidak meminta miskin ataupun kaya, tetapi yang ia minta agar ia bisa menikmati apa yang Tuhan percayakan kepadanya untuk ia nikmati. Karena apalah artinya sebuah kekayaan itu sendiri kalau kita tidak bisa menikmatinya. Apalah arti sebuah rumah mewah bak istana jika penghuninya hanya mampir untuk tidur malam saja sendirian. Apalah arti uang segudang jika tak dapat digunakan untuk membeli makanan kesukaan sebab dokter sudah mewanti-wanti untuk tidak sembarangan makan. Pada prinsipnya, apalah semuanya itu jika ada pada kita namun tak mampu untuk kita nikmati sendiri. Dalam buku The Rockefeller Billions diceritakan sebuah kisah hidup dari seorang yang bernama John D. Rockefeller. Dia adalah seorang yang sangat sukses karena memiliki penghasilan per minggu sekitar satu juta dollar, dan dia mendapatkan julukan ‘Sang Konglomerat’. Namun sayang apa yang ia miliki tersebut tidak bisa ia nikmati, karena ia mengidap sejumlah penyakit sehingga dokter hanya memperbolehkan dia makan sedikit sekali, Untuk makan pagi ia hanya boleh minum beberapa tetes kopi, satu sendok sereal, satu garpu telor, karena hal tersebut berat badannya kurang dari 100 pon. Rockefeller adalah orang yang paling kaya di jamannya, tapi dia tidak bisa menikmati apa yang ia miliki. Itu sebabnya ada hal yang lebih penting dari sekedar memiliki kekayaan, karena dengan kita memiliki kekayaan tidak serta merta hal tersebut menjadikan kita bahagia yang sesungguhnya, karena sumber kebahagiaan itu sendiri ketika kita diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati hidup dengan apapun yang Tuhan sediakan bagi hidup kita. Pada hakekatnya kita tahu bahwa hidup bukan hanya untuk sekedar dijalani, melainkan perlu dinikmati juga. Olehnya apapun dan berapapun yang kita miliki, ucapkanlah rasa syukur kepada Tuhan, supaya apa yang kita miliki akan menjadi berkat yang dapat kita nikmati, baik untuk kita secara pribadi maupun bagi orang lain. Berdoalah untuk setiap berkat yang Tuhan berikan kepada Anda supaya Anda mampu menikmatinya dengan sukacita. Terlebih lagi, kehidupan saat ini yang Anda miliki harus dijalani dengan sukacita Allah, mempu dinikmati sehingga orang sekitar Anda akan melihat kehidupan Kristus di dalam diri Anda. (BP)

Questions : 1. Apakah yang dimaksud dengan menikmati apa yang menjadi bagian kita? Diskusikan. 2. Sejauh manakah kekayaan itu memiliki arti dalam sebuah kehidupan?

Values : Untuk dapat menikmati hidup Anda jangan lupa bersyukur senantiasa.

Hidup bukan hanya sekedar untuk dijalani, tapi juga untuk dinikmati.

Ul. 10 Ams. 3 Mzm. 37