NEGARA PALING BAHAGIA DI DUNIA

NEGARA PALING BAHAGIA DI DUNIA 

Bacaan Setahun: 
Mzm. 3, 2 Sam. 15-16 , Mzm. 70-71 

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (1 Tesalonika 5:23)

Pada Maret 2024 yang lalu, Galloup kembali merelease World Happiness Report 2024. Sebuah laporan mengenai indeks kebahagiaan yang dapat diakses melalui worldhappiness.report. Dalam laporan ini, 7 tahun berturut-turut, Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Posisi berikutnya adalah Denmark, Islandia, Swedia, Israel, Belanda, Norwegia, Luksemburg, Swiss dan Australia di posisi 10. Di posisi terakhir adalah Afghanistan (143), sedangkan Indonesia berada pada posisi ke-80.

Penilaian kebahagiaan didasarkan kepada evaluasi kualitas hidup penduduk di seluruh dunia, dengan berbagai macam aspek penilaian, termasuk ekonomi, sosial, kesehatan, persepsi korupsi dan lain-lain. Semua aspek ini digunakan untuk dapat memberikan gambaran yang sesuai terhadap kehidupan manusia. Penilaian dilakukan menyeluruh seperti ini penting agar tidak timpang karena pada dasarnya mamusia dikategorikan bahagia apabila ada keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk roh yang memiliki jiwa dan tinggal dalam tubuh. Kebahagiaan bagi kita sebagai murid Kristus adalah hidup dalam rencanaNya melakukan kehendak-Nya tanpa mengabaikan bahwa kita memiliki 3 unsur tadi. Rasul Paulus dalam 1 Tesalonika 5:23 mengatakan “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Rasul Paulus menutup suratnya kepada jemaat di Tesalonika dengan sebuah salam penutup yang berisikan pengajaran agar mereka senantiasa memperhatikan kondisi rohani, jiwani dan jasmani.

Roh (Pneuma) kita pelihara dengen membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, dengan makanan rohani yaitu Firman Tuhan. Jiwa (Psyche) kita pelihara dengan memperhatikan kesehatan kejiwaan kita yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak kita. Firman Tuhan selain makanan untuk rohani kita, juga adalah makanan bagi jiwa kita, karena dalam Alkitab kita mengajarkan banyak prinsip-prinsip dalam ilmu psikologi. Last but not the least adalah tubuh (Soma). Walaupun kita tahu bahwa tubuh ini tidak kekal, namun Tuhan punya rencana menggunakan tubuh kita. Apabila hari ini kita bangun pagi, maka Tuhan memberikan kita tugas yang wajib kita lakukan dengan tubuh ini. Untuk itu kita juga bertanggung jawab menjaga kesehatan tubuh jasmani

Mari muliakan Tuhan dan kerjakan Amanat Agung Tuhan Yesus dengan segenap roh, jiwa dan tubuh kita sebagai pertanggungjawaban kita kepada Tuhan. (SS)

Questions:
1. Menurut Anda, bagaimana cara mewujudkan kebahagiaan?
2. Bagaimana cara merawat roh, jiwa, dan tubuh kita? Diskusikan!
Values:
Bagi seorang warga Kerajaan, kebahagiaan seharusnya tidak diukur dari bergelimpangan harta duniawi tetapi bagaimana bisa berdampak bagi Kerajaan-Nya di bumi.

Kingdom’s Quotes:
Kebahagiaan sejati kita sebagai murid Tuhan Yesus adalah mampu mengerjakan Amanat Agung selama di bumi ini dengan sepenuh hati.