PAMER DAN KEJATUHAN

PAMER DAN KEJATUHAN 

Bacaan Setahun: 
2 Sam. 10-12,  Mzm. 51 

“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (1 Korintus 10:12)

Pada tanggal 2 April 1912 sejarah mencatat sebuah peristiwa peluncuran perdana kapal penumpang terbesar pada saat itu yaitu Royal Mail Ship (RMS) Titanic. Proses peluncuran ini dilakukan dengan begitu semarak, bahkan saat ceremony ini seorang wartawan mewawancarai Lord William Pirrie (desainer/perancang kapal Titanic) dan menanyakan bagaimana kekuatan kapal ini berlayar, dia mengatakan: “Bahkan Tuhan pun tidak dapat menenggelamkan kapal ini.”

Peluncuran ini sendiri sebenarnya hanya peluncuran ujicoba sebelum memulai pelayaran resmi perdananya dari Britania ke New York, uji coba ini justru terkesan seperti pameran pelayaran rekreasi perdana. Uji coba laut ini hanya terdiri dari sejumlah pengujian karakteristik. Selama sekitar dua belas jam, Titanic dijalankan dengan kecepatan berbeda. Pengujian kemampuan berbelok dan “crash stop” dilakukan di mana mesin dibalik dari depan ke belakang penuh. Uji coba yang tidak terlalu ketat ini sebenarnya menemukan berbagai kelemahan dan ketidaksiapan kapal ini untuk berlayar termasuk di dalamnya tidak dilakukan uji coba keselamatan pada aspek uji sekoci, ditambah desain kemudi yang dianggap terlalu kecil

Kombinasi kecepatan tinggi, ketidaksempurnaan desain kemudi, kurangnya kesiapan kru dan peralatan keselamatan, serta lemahnya pengawasan lembaga berwenang yang akan mengantarkan Titanic menuju bencana di hari keempat pelayaran perdananya pada 15 April 1912 pukul 02:20 dini hari di perairan Newfoundland, Atlantik Utara.

Kesombongan kerap kali membuat kita lengah terhadap bahaya yang bisa menimpa hidup kita. Hal ini seperti kisah raja Hizkia yang setelah mengalami mujizat kesembuhan dari sakit yang hampir merenggut nyawanya, ia justru kemudian pamer kepada raja Babel yang mengunjunginya. (2Raja-raja 20:13) Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempahrempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

Alih-alih bersaksi tentang kuasa dan kemurahan Allah yang menyembuhkan hidupnya, Hizkia justru memamerkan istana, kekayaan kerajaannya kepada raja Babel. Akibat dari perbuatannya, Allah begitu marah dan melalui nabi Yesaya menyampaikan pesan bahwa seluruh yang dipamerkan pada masa mendatang akan dirampas musuh. Berapa banyak kita memiliki “jiwa suka pamer” harta, keberhasilan bahkan kehebatan pelayanan kita? Sadarilah, sebelum kejatuhan menimpa Anda. (HA)

Questions:
1. Bagaimana kesudahan orang-orang yang memiliki jiwa suka pamer?
2. Jika Tuhan mempercayakan Anda harta melimpah, apa yang akan Anda perbuat dengan hal itu? apakah boleh pamer? Diskusikan!
Values:
Sadarilah bahwa kehidupan dengan segala yang menyertainya adalah titipan dari-Nya, jangan sombong dan suka pamer, bersyukurlah dan kelola dengan sebaik mungkin

Kingdom’s Quotes:
Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. (Yesaya 2:11)