Konseling

/

KONSELING

Tujuan Konseling:

Tujuan pelayanan konseling tidak lain merupakan pelayanan pewartaan kasih Tuhan, sehingga seorang konseli dapat menerima anugerah pulihnya hubungan kasihnya dengan Tuhan, dan dengan demikian untuk segala permasalahannya dapat dicari jalan keluarnya bersama Tuhan. Konkritnya, untuk memperkenalkan Tuhan sebagai Juruselamat dan penolong, sehingga konseli memperoleh hidup baru. Melihat hal ini, perlulah mengetahui tujuan konseling itu sebenarnya.

Tujuan konseling antara lain:

    • Mengubah suatu sikap atau tingkah laku yang merugikan dan menolong seseorang untuk mengerti nilai-nilai kehidupan yang ada. Seorang konselor perlu menemukan macam-macam cara, agar konseli mengubah hal-hal yang perlu untuk pengembangan dan kemantapan dirinya, termasuk hal-hal yang ada dalam lingkungan hidup konseli.
    • Belajar bagaimana harus bergaul dan berkomunikasi dengan sesama. Disini konseling bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan seseorang, sehingga pandangan dan penilaian diri sendiri bisa menjadi lebih obyektif serta peningkatan ketrampilan dalam penyesuaian diri lebih efektif.
    • Membantu seseorang untuk dapat mengekspresikan perasaan kuatir, gelisah, takut atau kemarahan secara sehat. Bimbingan seorang konselor dibutuhkan agar konseli dapat mengutarakan secara terbuka perasaan dan frustrasinya untuk menyadarkan konseli akan tantangan realita kehidupan ini dan untuk membimbingnya kepada pertumbuhan iman dan kematangan emosi, sehingga ia dapat mengatasi dengan lebih mudah permasalahannya.
    • Menolong mengerti sebab-sebab dari persoalan yang timbul. Dalam konseling, seorang konselor bertugas untuk mendengar, memperhatikan apa yang dikatakan, mendorong konseli untuk menjelaskankannya lebih lanjut, memberi komentar, ataupun mengajukan pertanyaan-pertanyaan sehingga konselor bisa mempunyai gambaran yang lebih jelas mengenai masalah yang dihadapinya secara keseluruhan.
    • Menyadarkan konseli akan dosanya, agar mengakui dosanya dihadapan Tuhan, supaya dapat mengalami pengampunan dan memulai suatu kehidupan yang baru. Disini konselor mengkonfrontasikan konseli dengan kesalahan, kelemahan, kegagalan bahkan kebodohannya dengan tujuan untuk menolong konseli agar memahami tindakannya sendiri dan melakukan langkah-langkah perbaikan yang selama ini ditolaknya.
    • Menciptakan kesediaan seorang konseli untuk mendengarkan nasihat, teguran, dan untuk menolong orang lain yang mempunyai permasalahan yang sama.
    • Belajar tumbuh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan dalam doa dan perenungan Sabda Tuhan secara teratur. Konseling akan membawa seseorang masuk dalam kehidupan yang lebih dapat dinikmati (bdk. Yoh 10:10) bahkan sampai mengalami kehidupan yang kekal di surga (bdk. Yoh 3:16).