RENEWED | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Tema tahun ini adalah The Year of Regeneration (Tahun Regenerasi). Kata regenerasi memiliki pengertian terjadinya pembaruan semangat dan tata susila; penggantian alat/sel yang rusak atau hilang dengan yang baru; dan terjadinya pergantian generasi dengan generasi yang baru atau hidup yang berbuah. Tuhan menginginkan untuk kita mengalami pembaruan kembali di dalam setiap aspek kehidupan kita yaitu dalam aspek kerohanian, karakter, kesehatan, keluarga, karier, komunitas dan keuangan.

Hal-hal yang perlu kita lakukan untuk mengalami pembaruan kembali dalam kehidupan kita:

1. Kepatuhan kepada Tuhan.

Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa. (Yosua 14:10-11).

Janji Tuhan terwujud dalam hidup Kaleb karena dia hidup dalam kepatuhan kepada Tuhan dan konsisten dalam kebenaran, sehingga kekuatannya dan kerohaniannya senantiasa diperbarui hari demi hari. Regenerasi akan terjadi jika kita memiliki karakter yang baik. Tidak iri hati atas keberhasilan orang lain adalah salah satu contoh karakter yang baik. Sebagaimana Kaleb yang tidak iri hati kepada Yosua, tetapi tetap menghargai dan menghormati Yosua, sehingga Kaleb mengalami pembaruan dalam fisiknya. Di usia 85 tahun dia memiliki kekuatan yang sama seperti saat dia berusia 40 tahun, dan dapat mengalami penggenapan janji Tuhan yaitu memperoleh Hebron menjadi milik pusakanya.

 2. Hati yang Berserah.

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." (Matius 15: 25).

Perempuan itu sebenarnya bisa saja mundur karena merasa tertolak, namun ia justru semakin mendekat dan ini menjadikan kerohaniannya diperbarui. Saat mengalami berbagai tantangan dan penolakan, kita pun harus memiliki hati yang berserah dan terus mendekat kepada Tuhan, sehingga kerohanian kita diperbarui hari demi hari. Berserah artinya pasrah kepada Tuhan dan merasa tidak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya bergantung kepada Tuhan. Pikiran yang diperbarui merupakan hasil dari hati yang berserah. Transformasi tidak bisa terjadi jika pikiran kita tidak diperbarui. Setiap orang terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Yang penting adalah manusia roh kita bertumbuh dan diperbarui hari demi hari, sehingga jiwa dan tubuh kita takluk kepada kehendak Tuhan. Tugas kita hanya berserah, sedangkan hasilnya merupakan bagian Tuhan untuk mengerjakannya dalam hidup kita.

 3. Berikan Waktu untuk Tuhan.

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4).

Tuhan adalah gembala bagi kita, dan kita adalah domba-domba yang sangat berharga di mata-Nya. Karena itu sebagai gembala ia memanggil domba-domba-Nya satu persatu dengan menyebut namanya. Tujuan utama Tuhan memanggil kita adalah untuk membangun hubungan dengan kita anak-anak-Nya. Karena itu kita harus menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan. Tuhan Yesus harus menjadi pusat dalam hidup kita. Berikan Dia waktu yang terbaik yang kita miliki sehingga hidup kita senantiasa diperbarui hari demi hari.

4. Memiliki Rasa Lapar dan Haus akan Tuhan.

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Matius 6:3).

Untuk bisa diperbaharui kita membutuhkan mujizat. Namun mujizat tidak akan pernah terjadi jika kita tidak percaya dan menolak Tuhan. Sesuatu yang sifatnya rutinitas dapat membuat kita menjadi terbiasa dan menganggapnya remeh. Hal ini juga mencakup rutinitas ibadah, doa, penyembahan dan lain-lain. Ketika kita melakukan semuanya hanya karena terbiasa, maka kita telah menyepelekan kehadiran Tuhan dan menolak keberadaan-Nya. Namun sebaliknya ketika kita selalu diliputi rasa lapar dan haus akan Tuhan, maka Tuhan dapat menggunakan apapun untuk menyentuh dan memberkati hidup kita. Sebagaimana Ia menggunakan burung gagak untuk mensuplai makanan bagi nabi Elia, dan sebagaimana Ia menggunakan seekor ayam untuk membuat rasul Petrus bertobat. Rasa lapar dan haus merupakan kunci untuk Tuhan mengadakan pembaruan dalam hidup kita.

Jika keempat poin di atas terus kita latih secara konsisten, maka kita akan mengalami pembaruan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Sebagaimana Kaleb yang menerima penggenapan janji Tuhan dan wanita Kanaan yang mengalami mujizat maka berikanlah waktu yang terbaik untuk Tuhan dan miliki rasa lapar dan haus akan Tuhan maka hidup kita akan diperbarui hari demi hari. Amin.