REPLANT

“Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.”Kaluaran 18:25

Arti replant adalah menanam kembali. Beberapa tanaman bila telah cukup umur tidak akan bisa berbuah lagi, misalnya tanaman jagung dan padi hanya berbuah sekali lalu tak mungkin bisa berbuah lagi dan harus dilakukan replanting atau penanaman kembali. Namun tanaman lombok misalnya, bisa berbuah beberapa kali sampai akhirnya tak lagi bisa berbuah efektif dan perlu dilakukan replanting / penanaman kembali.Sebuah buku berjudul replant, yang dikarang oleh Mark Devine dan Darrin Patrick, bertopik bagaimana sebuah Gereja yang telah mati dapat bertumbuh kembali. Topik di dalam buku ini mengingatkan kepada saya saat tamasya ke Eropa, di mana di sana banyak sekali Gereja yang dijual dan diganti fungsi menjadi restoran, karena terkenal (legend) dan antiknya Gereja ini maka pengunjung restoran terutama para turis antri untuk makan di sana. Namun tentu alih fungsi Gereja menjadi restoran bukanlah replant seperti yang di maksud di dalam buku karangan Mark Devine. Di dalam bukunya ini disinggung, jika sebuah Gereja yang stagnanseharusnya perlu bergabung dengan Gereja yang lain atau diperlukan perombakan kepemimpinan, supaya terjadi “aliran darah yang segar“. Saran seperti ini adalah biasa di dalam dunia bisnis, di mana sebuah perusahaan yang tidak berkembang dimergerdengan yang perusahaan yang lebih maju supaya tidak mati atau diadakan pergantian managemen kepemimpinan.Sebenarnya setiap manusia mempunyai kapasitas yang berbeda di dalam memimpin, ciri seorang pemimpin adalah visioner. Beberapa orang memang murni berjiwa follower yang memang cocok hanya sebagai staff atau tenaga ahli. Secara intelektual mungkin pandai, tetapi tidak berbakat secara kepemimpinan. Ayat bacaan di atas adalah cerita tentang saran Yitro mertua Musa, saat Musa kewalahan memimpin bangsa Israel. Yitro menyarankan pergantian manajemen kepemimpinan tunggal (one man show) dirubah menjadi manajemen kepemimpin majemuk. Cerita Musa ini telah menjadi dasar kepemimpinan modern, yaitu pemimpin berdasarkan kapasitas kepemimpinan (ada yang seribu orang, seratus, lima puluh dan sepuluh orang). Cerita perombakan kepemimpinan Musa adalah kasus “replanting“ di Alkitab. Walau Musa sebagai pemimpin tertinggi tidak diganti. Tetapi terjadi perubahan manajemen kepemimpinan berdasarkan kapasitas/talenta. Pertanyaannya beranikah institusi Gereja yang telah stagnan (tak lagi berbuah) melakukan “replanting“dengan merger ataupun dengan pergantian (manajeman) kepemimpinan? (DD )

Questions : 1. Apakah arti replanting didalam organisasi ? 2. Menurut Anda perlukah kepemimpinan di gereja yang stagnan diadakan replanting ?

Values : Warga Kerajan Sorga sejati seharusnya berbuah, tanpa berbuah sama dengan tidak lagi hidup.

Hal yang benar adalah institusi dunia belajar dari institusi Gereja dan bukan sebaliknya.

Bacaan Setahun: Ul. 7-9 Ams. 2