Revived | Pdt. Eluzai Frengky Utana

Memasuki tahun 2019 dengan Tema The Year of Regeneration dimana dalam tiga bulan ini kita dituntun dengan tema bulanan REBIRTH (dilahirkan kembali), RENEWED (diperbarui kembali) dan REVIVED (dibangkitkan kembali). Hari lepas hari kita diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan harus ada hal-hal baru dalam hidup kita yang senantiasa dibangkitkan, baik dalam segi kerohanian, karakter, kesehatan, keluarga, karier, komunitas maupun keuangan.

Kita akan belajar dari kisah perjalanan kehidupan Yusuf dan Maria dalam Matius 2:13-23. Ada tiga perikop dalam pembacaan ini yaitu tentang penyingkiran Yusuf dan Maria ke Mesir, pembunuhan anak-anak di Bethlehem serta kembalinya Yusuf dan Maria dari Mesir. Yusuf mengambil keputusan untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya yang sedang mengandung oleh Roh Kudus. Keputusan ini membawa Yusuf pada situasi-situasi kehidupan yang dapat melemahkannya, tetapi Yusuf terus dibangkitkan dan mampu melewati berbagai persoalan sehingga ia mengemban tugas dan tanggung jawab untuk membina Yesus sebelum memulai karyaNya. Kita perlu dibangkitkan kembali sehingga ketika kita memulai dengan baik kitapun dapat mengakhirinya dengan baik.

Untuk terus-menerus mengalami dibangkitkan kembali maka ada beberapa hal yang harus kita pelajari dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

1. DIMANA KEJAHATAN MUNCUL, PERCAYALAH DISITU ADA KEBAIKAN TUHAN SEDANG TERJADI

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh MEMBUNUH SEMUA ANAK di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang BERUMUR DUA TAHUN KE BAWAH, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. (Matius 2:16)

Sikap Raja Herodes ketika tahu bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Orang-orang di Betlehem melihat itu sebagai sebuah kejahatan, tetapi ada orang seperti Yusuf dan Maria yang melihat kebaikan dan arahan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Mereka tahu bahwa Tuhan telah mengutus seorang juruselamat dunia. Pembunuhan bayi-bayi itu adalah reaksi iblis atas anugerah keselamatan yang telah Tuhan berikan. Jangan hanya pandang kejahatan di sekeliling kita, tetapi pandanglah kebaikan yang sedang Tuhan lakukan karena dimana kejahatan muncul, percayalah disitu ada kebaikan Tuhan sedang terjadi.

2. TIDAK MENUNDA WAKTU UNTUK BERTINDAK

(20) "Bangunlah, AMBILLAH ANAK ITU serta IBU-NYA dan berangkatlah ke tanah ISRAEL, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, SUDAH MATI." (21) Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya ANAK ITU serta IBU-NYA dan pergi ke tanah ISRAEL. (Matius 2:20-21)

Yusuf mendapatkan tuntunan Tuhan melalui mimpi dan ia langsung mengambil keputusan untuk bertindak. Seringkali kita juga mendapatkan impresi dan tuntunan Tuhan dalam hidup kita, namun seringkali menundanya. Selama kita menunda-nunda maka kita tidak akan melihat kegerakan Tuhan terjadi dalam hidup kita. Penundaan justru akan melemahkan karena kita hanya menjadi orang Kristen yang hanya berteori, agamawi dan tidak berbuah, tetapi yang Tuhan mau dalam hidup kita adalah kehidupan yang berbuah dan berdampak bagi banyak orang.

3. INGAT AKAN KETAATAN KRISTUS DI KAYU SALIB

Sesudah BANGUN dari TIDURNYA, YUSUF berbuat seperti yang diperintahkan MALAIKAT TUHAN itu kepadanya. Ia mengambil MARIA sebagai ISTRINYA, (Matius 1:24)

Latar belakang kisah dalam Matius 2:13-23 ini adalah ketika Maria mengandung oleh Roh Kudus. Yusuf yang mengetahui bahwa tunangannya mengandung, ia sempat ragu dan hendak menceraikan Maria secara diam-diam (Matius 1:19). Ketika ia mempertimbangkan maksud itu Malaikat Tuhan nampak kepadanya melalui mimpi dan berkata supaya Yusuf jangan takut mengambil Maria sebagai istrinya karena anak dalam kandungan Maria adalah dari Roh Kudus. Peringatan Tuhan kepada Yusuf melalui mimpinya menguatkan dan membangkitkan tekadnya untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya. Seringkali kita juga mengalami suatu dilema seperti yang dialami oleh Yusuf sehingga kita menjadi lemah, bosan dan tidak lagi serius bertumbuh dalam kerohanian kita. Untuk itu kita harus senantiasa mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah dan menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:5). Ketaatan Kristus di kayu salib membawa penebusan bagi semua orang berdosa, karena semua yang tidak bisa kita selesaikan sudah Tuhan selesaikan di kayu salib dan kita lebih dari pemenang.

4. SELALU BERJALAN BERSAMA DIA

Karena mereka tidak MENEMUKAN DIA, KEMBALILAH mereka ke Yerusalem sambil TERUS MENCARI DIA. Sesudah TIGA HARI mereka menemukan DIA DALAM BAIT ALLAH; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. (Lukas 2:45-46)

Menurut kebiasaan orang Yahudi setiap tahun mereka pergi ke Yerusalem untuk beribadah.Yesus berusia 12 tahun ketika Yusuf dan Maria mengajaknya ke Yerusalem. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka tetapi mereka tidak menemukan Yesus. Bersyukur ketika Yusuf dan Maria sadar bahwa Yesus tidak sedang bersama-sama, mereka terus mencari dan mencari karena mereka tidak mau kehilangan putraNya. Ketika kita lahir baru kita berapi-api kepada Tuhan dan mengalami pembaharuan-demi pembaharuan, tetapi tanpa kita sadari ketika masalah dan persoalan datang kita tidak lagi berjalan bersama Tuhan. Terkadang kita bersama dengan Tuhan di salah satu sisi kehidupan kita, di sisi yang lain kita meninggalkan Tuhan. Untuk terus-menerus dibangkitkan kita harus selalu berjalan bersama Tuhan. Amin. (RCH).

avatar
  Subscribe  
Notify of