SANG PEMENANG KEHIDUPAN | Pdm. Antonius Aribowo

(40) Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.(41)  Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, (42a) karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. (Lukas 8:40-42a).

Kehidupan yang kita jalani adalah anugerah Tuhan. Cara kita berterima kasih atas anugerah yang telah Tuhan berikan tersebut adalah dengan memiliki kehidupan yang berbuah. Hidup kita tidak hanya sekedar bertumbuh karena bertumbuh baik untuk diri sendiri, tetapi kehidupan yang berbuah bisa dirasakan oleh banyak orang. Buah-buah kehidupan kita adalah menjadi saksi Kristus melalui tindakan nyata yang kita lakukan setiap saat, misalnya kejujuran, saling berlomba berbuat baik, suka menolong, panjang sabar dan mengucap syukur dalam segala hal. Hidup kita memang tidak akan pernah lepas dari permasalahan, tetapi ketika kita senantiasa bersandar kepada Tuhan maka Ia akan memberikan kekuatan dan penyertaan dalam hidup kita sehingga kita menang atas segala persoalan.

Kita akan belajar dari kehidupan Yairus, seorang kepala ibadat yang anaknya sakit dan hampir mati, tetapi Tuhan tolong dan sembuhkan. Sebagai kepala ibadat, Yairus tentunya memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, tetapi iapun tidak terlepas dari permasalahan. Masalah yang kita hadapi dalam kehidupan membuat kita menjadi kuat dan membuktikan bahwa bersama Yesus kita cakap menanggungnya.

Hal hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Yairus dan dapat kita lakukan ketika masalah dan persoalan datang dalam hidup kita adalah:

  1. Datang kepada Yesus

Yairus datang kepada pribadi yang tepat, yaitu Yesus. Yairus tersungkur di kaki Yesus dan memohon kepadaNya. Yesus adalah pribadi yang penuh kasih dan kuasa. Ia taat melakukan kehendak BapaNya dan  apa yang Yesus ajarkan itulah yang Ia lakukan dan hidupi. Tidak ada satu nama di dunia ini yang penuh kuasa seperti nama Yesus yang sanggup menolong dan membangkitkan semangat hidup kita ketika masalah dan persoalan datang. Pertanyaannya, kepada siapa kita datang ketika masalah dan persoalan terjadi dalam hidup kita? Pastikan bahwa kita datang dan berseru hanya kepada Yesus.

2. Berserah kepada Yesus

Yairus mendapatkan mujizat dari Tuhan karena ia memiliki sikap hati yang berserah kepada Yesus. Dengan rendah hati Yairus tersungkur di kaki Yesus. Orang yang berserah berbeda dengan orang yang menyerah. Orang yang berserah bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tetapi ia melakukan bagiannya yang terbaik dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Kita tidak boleh menyerah dengan segala macam persoalan yang kita hadapi karena kita memiliki Tuhan yang penuh kuasa.

3. Panjang Sabar

Yairus memiliki kesabaran di dalam penantiannya untuk anaknya disembuhkan. Jika kita membaca  perikop ini secara lengkap, ketika Yesus hendak menuju rumah Yairus di tengah perjalanan Ia terhenti karena ada seorang wanita yang telah mengalami pendarahan selama 12 tahun menjamah jubahNya dan disembuhkan. Merekapun terlibat dalam suatu pembicaraan yang harus menunda perjalanan Yesus ke rumah Yairus. Yairus tentunya melihat kejadian tersebut dan ia percaya mujizat juga bisa terjadi bagi anaknya sehingga Yairus tetap sabar menanti. Dia tidak protes dan komplain kepada Yesus sekalipun ia yang lebih dulu memohon kepada Yesus. Tuhan yang sama yang mampu menyembuhkan wanita pendarahan 12 tahun dan membangkitkan anak Yairus yang kita percayai saat ini. Jadi apapun masalah dan persoalan yang kita hadapi sabarlah karena pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

4. Tenang dan Percaya

(49) Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"

(50) Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." (Lukas 8:49-50)

Yairus tetap tenang dan percaya kepada perkataan Yesus. Tidak ada rasa kuatir sedikitpun dalam hidupnya sekalipun datanglah salah seorang keluarganya yang memberitahukan bahwa anaknya sudah mati. Yairus lebih fokus kepada janji Tuhan dan apa yang Yesus katakan. Ketika masalah datang, siapakah yang kita dengarkan? Apakah kita lebih mendengarkan kata orang, vonis dokter atau kita lebih mendengarkan apa kata Firman? JanjiNya ya dan amin. Tidak ada satu Firmanpun yang gagal. Tetaplah tenang dan percaya Tuhan pasti menepati janjiNya.

5. Tetap Setia dalam Pengharapan

Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Pengharapan kepada Yesus tidak akan pernah mengecewakan. Tuhan Yesus sangat mengasihi umatNya sehingga Ia rela mati bagi kita. Hiduplah dalam FirmanNya karena Tuhan adalah Tuhan yang setia. Sebagaimana mujizat terjadi dalam hidup Yairus, jika kita setia dan berharap kepada Yesus maka mujizat juga terjadi dalam hidup kita.

(51) Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya. (52)  Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."

(53)  Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

(54)  Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"

(55)  Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.(Lukas 8:51-55)

Untuk menjadi pemenang kehidupan, bawalah setiap masalah dan persoalan kita kepada Yesus, berserah kepadaNya, sabarlah menanggung penderitaan. Tetaplah tenang dan percaya karena Ia adalah Allah yang setia dan pengharapan kita dalam Yesus tidak pernah mengecewakan. Amin (RCH).