The Year of Regeneration | Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

Memasuki Tahun yang Baru, The Year of Regeneration (Tahun Regenerasi).  Regenerasi yang dimaksudkan adalah membangkitkan anak-anak muda untuk menjadi generasi penerus bagi generasi yang sudah ada. Regenerasi juga berarti memperbarui diri kita menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbarui di dalam Kristus sehingga terjadi perubahan hidup dan kerohanian kita. Agar regenerasi dapat berhasil maka diperlukan kerjasama di dalam suatu komunitas komsel sehingga bisa saling membangun, mendorong dan menasihati karena kita tidak dapat mengerjakannya sendiri.

(12) Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (13) Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. (1 Timotius 4:12-13)

Kita tidak boleh meremehkan anak-anak muda dalam regenerasi, oleh sebab itu melalui ayat bacaan ini ada beberapa point penting yang harus kita perhatikan dan kerjakan dengan serius dalam kehidupan kita, yaitu:

1. Mempersiapkan Anak-anak Muda

Anak-anak muda adalah calon-calon pemimpin di masa depan, oleh sebab itu kita harus mengarahkan dan menasehati mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal. Kita juga harus menjadi teladan dalam berbuat baik dan hidup bersungguh-sungguh dalam pengajaran kita sehingga lawan menjadi malu dan tidak ada hal-hal buruk yang dapat musuh sebarkan tentang kita. (Titus 2:6-8)

2. Menjadi Contoh yang Baik

Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk menderita bersama Kristus dan mengikuti teladanNya, karena itu terkadang perbuatan baik yang kita lakukan sering disalah artikan. Jangan berhenti berbuat baik karena itu adalah kasih karunia pada Allah. Kristus mau menderita untuk kita dan itulah teladan yang Ia berikan agar kita senantiasa menjadi contoh yang baik. (1 Petrus 2:20-21)

3. Menjaga Tingkah Laku

Sebagai orang percaya hidup kita menjadi sorotan banyak orang oleh sebab itu kita harus memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah lingkungan sehingga mereka dapat melihat perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan dan mereka memuliakan Allah. (1 Petrus 2:12)

4. Membagi Kasih Rohani

Kita sudah menerima kasih Kristus yang telah mengorbankan nyawaNya untuk menebus dosa-dosa kita, oleh sebab itu kita harus membagikan kasih itu kepada orang lain. Tuhan mengaruniakan kita Roh Kudus dalam hati dan batin kita karenanya kita harus berakar di dalam kasih dan FirmanNya sehingga kita dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan serta  dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. (Efesus 3:16-19).

5. Miliki Iman yang Teguh

Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6). Kita harus benar-benar percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang diutus Allah karena inilah yang dikehendaki Allah bagi seluruh kehidupan umat manusia. (Yohanes 6:28-29).

6. Menjaga Kekudusan

Menjaga kekudusan berarti memisahkan kehidupan kita dengan kecemaran dan kenajisan sistem dunia. Kekudusan bukan hanya hidup baik saja tetapi kita harus taat kepada kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas dan saling mengasihi dengan segenap hati. Kita dimampukan hidup kudus bukan karena kekuatan diri kita sendiri melainkan kekuatan dari Roh Kudus karena kita telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 1:22-23).

7. Bertekun Pada Kebenaran Firman Tuhan

Kita harus bertekun dan setiap hari membaca, merenungkan dan menyelidiki Kitab Suci  serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita semakin bertumbuh dan hidup kita dibentuk semakin hari semakin serupa dengan Kristus (Kisah Para Rasul 17:11-12).

8. Saling Menasehati

Di dalam komunitaslah kita dapat saling menasehati, saling menguatkan dan saling mendorong karena setiap kita telah menerima  bagian di dalam Kristus sehingga setiap orang yang telah menerimanya tetap teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.(Ibrani 3:13-14).

9. Bertekun Pada Ajaran Kristus.

Apa yang Tuhan Yesus ajarkan tidak berasal dari diriNya sendiri melainkan berasal dari BapaNya (Yohanes 7:16). Tuhan Yesus memaparkan suatu perumpamaan tentang penabur, dimana pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat. (Markus 4:4-20).

Biarlah hati kita menjadi tanah yang subur sehingga Firman Tuhan dapat bertumbuh dengan baik bahkan berbuah berlipat kali ganda sehingga pembaharuan dan regenerasi terjadi dalam hidup kita. Amin.