MENGAPA PASKAH DIPERINGATI PADA TANGGAL BERBEDA SETIAP TAHUN?
Bacaan Setahun:
Ul. 3, Mzm. 133 ,Yoh. 20
“bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (1 Korintus 15:4)
Jumat Agung dan Paskah adalah dua perayaan penting dalam kalender Kristen, yang mengingatkan kita akan penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Namun ada orang-orang yang bertanya mengapa Jumat Agung dan Paskah tanggalnya berbeda setiap tahunnya?
Tanggal kedua peringatan tersebut berbeda setiap tahunnya, karena berdasarkan pada siklus bulan dan matahari. Jumat Agung adalah hari Jumat sebelum Paskah, sedangkan Paskah adalah hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang jatuh pada atau setelah tanggal 21 Maret. Tanggal 21 Maret adalah hari rata-rata ekuinoks musim semi di belahan bumi utara, yaitu saat siang dan malam sama panjang.
Sebelumnya, selalu ada beberapa perbedaan dalam penanggalan Jumat Agung dan Paskah di antara gereja-gereja Kristen yang berbeda tradisinya, seperti Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, dan Gereja Protestan. Metode penentuan tanggal Paskah tidak selalu mudah diterapkan, karena membutuhkan pengetahuan astronomi yang akurat dan konsisten. Kemudian pada tahun 325 Masehi, disepakatilah metode penentuan tanggal Jumat Agung dan Paskah pada Konsili Nicea, dengan tujuan untuk menyatukan perhitungan yang berbeda-beda di antara gereja-gereja Kristen saat itu.
Konsili Nicea menetapkan tanggal Paskah berdasarkan beberapa alasan, yang pertama, untuk menyatukan perhitungan yang berbeda-beda di antara gereja-gereja Kristen saat itu, ada yang mengikuti kalender Yahudi dan ada yang tidak. Yang kedua, untuk menghindari perayaan Paskah bertepatan dengan perayaan Yahudi, yang dianggap tidak sesuai dengan tradisi Kristen. Yang ketiga, untuk memudahkan perhitungan yang tidak bergantung pada pengetahuan astronomi yang rumit dan bervariasi, dan yang keempat untuk menghormati hari Minggu sebagai hari kebangkitan Yesus, yang merupakan inti dari perayaan Paskah.
Bagaimana pun juga, tanggal Jumat Agung dan Paskah bukanlah hal yang terpenting dalam merayakan peristiwa-peristiwa tersebut. Yang terpenting adalah makna dan pesan yang terkandung di dalamnya, yaitu kasih Allah yang begitu besar bagi dunia, sehingga Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mati dan bangkit bagi kita. Mari kita bersyukur dan menghormati pengorbanan dan kemenangan Yesus dengan iman dan ketaatan. Bahkan semestinya setiap waktu kita mengingat karya Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, sehingga kita selalu mengingat bahwa hidup kita sesungguhnya adalah milik Kristus dan dalam Kristus. Amin. (JB)
Questions:
1. Menurut Anda seberapa penting perayaan Paskah dibanding semua perayaan Kristen lainnya?
2. Mengapa kita perlu selalu memperingati kematian dan kebangkitan Yesus?
Values:
Demonstrasi Kasih dan Kuasa Tuhan secara jelas nampak pada peristiwa Kematian dan Kebangkitan Yesus, yang menjadi peringatan kemenangan bagi setiap orang yang percaya.
Kingdom Quotes:
Tanpa kematian dan kebangkitan Kristus, kekristenan hanyalah sebuah organisasi sosial yang berkumpul mengisi waktu, tanpa makna dan sia-sia.