BERTINDAK HATI-HATI

BERTINDAK HATI-HATI 

Bacaan Setahun: 
Ibr. 8, Kel. 5:1-6:27, Amsal 1

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)

Kita pernah mendengar pepatah berbunyi, “Pikir dulu pendapatan sesal kemudian tak berguna”, yang artinya setiap tindakan atau perbuatan hendaknya dipikirkan dahulu baik-baik sebelum dikerjakan agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Arti singkat dari bertindak hati-hati adalah bertindak dengan memikirkan akibatnya di kemudian hari.

Tidak ada jaminan seorang yang dipilih dan diurapi Tuhan akan bertindak hati-hati. Simson misalnya. Simson adalah seorang nazir yang mendapat karunia khusus karena dipersiapkan menjadi pemimpin Bangsa Israel. Simson dikaruniai kekuatan yang luar biasa, bagai Superman yang sanggup mengalahkan puluhan orang Filistin seorang diri. Namun kelemahannya adalah ia tak mampu mengendalikan diri, ia kuat secara fisik tapi lemah secara mental. Ia memaksa mengawini wanita dari bangsa Filistin yang seharusnya dilarang. Larangan orang tuanya tak dihiraukan . Akibat tindakannya ini, ia mengalami nasib yang tragis. Rahasia kekuatannya dibocorkan istrinya, ia dijadikan tawanan oleh orang Filistin dan matanya dicungkil. Sesal kemudian tak berguna.

Tindakan kita terjadi karena pola pikir, kehati-hatian muncul karena penguasaan diri. Dan penguasaan diri terjadi karena pola pikir yang berhati-hati, rasional dan bukan emosinal. Contoh, seseorang bisa bertindak membeli barang yang tidak ia butuhkan, karena ada diskon besar-besaran. Ia tidak butuh namun ia tetap membelinya. Tindakan ini adalah tindakan impulsif, di mana otak tergoda dan berakibat tak lagi bisa menguasai diri. Contoh yang lain, dokter memberitahu bahwa ternyata Anda mengidap penyakit diabetes. Dokter melarang Anda minum dan makanan yang manis. Jika Anda sebelumnya sudah terbiasa makan makanan manis, maka perlu perjuangan keras untuk puasa atau tidak makan makanan manis. Bisa jadi Anda tetap tak bisa menahan diri untuk tidak makan makanan manis, walau Anda tahu akibatnya.

Ada banyak penyesalan terjadi karena kurang hati-hatinya kita. Saat wabah Covid-19 beberapa tahun yang lalu, yang kemudian berakibat terjadi resesi ekonomi. Kesempatan seperti ini biasanya bermunculan tawaran investasi di dunia maya yang menjanjikan keuntungan yang besar. Apa yang terjadi? Ternyata banyak anak Tuhan yang tergoda dan berinvestasi dan berakibat mengalami banyak kerugian. Mereka terjebak janji untung besar, padahal secara rasional tak masuk akal. Pelajaran apa yang dapat kita tarik? Siapapun kita dapat tergoda yaitu secara emosianal tanpa berpikir panjang bertindak sembrono, dengan membuat keputusan tanpa mempertimbangkan akibatnya di kemudian hari. Latih dan kuasai diri Anda, maka Anda akan bertindak hati-hati. Sehingga perjalanan hidup Anda akan berhasil dan beruntung. (DD)

Questions:
1. Mengapa kita harus hati-hati?
2. Apa arti hati-hati? Dan apa akibat jika kita bertindak tidak hati-hati?
Values:
Menjadi warga Kerajaan seharusnya kita harus bertindak lebih waspada dan hati-hati.

Kingdom’s Quotes:
Walau kita menjadi umat pilihan, namun kita bisa bertindak ceroboh saat mengalami keberhasilan.