HIDUP DALAM KEKUDUSAN DAN KEBENARAN ALLAH

HIDUP DALAM KEKUDUSAN DAN KEBENARAN ALLAH 

Bacaan Setahun:

Mrk. 12:1-27
1 Raj. 3
Hos. 6:1-7:2

“Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” (Keluaran 19:6)

Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah menimbulkan banyak dampak negatif dalam kehidupan. Dosa telah merusak seluruh aspek keserupaan dan citra Allah dalam diri manusia. Manusia yang seharusnya menikmati persekutuan dengan Allah harus menanggung akibatnya, yaitu terbuang dari hadapan Allah, menuju kepada kematian yang kekal, dan terpisah dari Allah untuk selama-lamanya.

Ketika Allah melihat bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa, maka manusia tidak lagi mungkin menjadi umat Kerajaan Allah, sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang kudus. Apa pun usaha manusia tidak akan mampu menyelesaikan akibat dari dosanya. Manusia perlu ditebus dari dosa dan dipulihkan sesuai dengan pola, rencana, dan tujuan Allah yang semula. Sebagai Pencipta, Allah memberikan solusi dan janji penebusan atas dosa manusia. Keselamatan diadakan oleh Allah, sehingga keselamatan itu sepenuhnya merupakan anugerah. Allah adalah satu-satunya harapan bagi manusia, karena Allah kita adalah Allah yang penuh kasih. Untuk mengukuhkan rencana-Nya yang kekal, Allah memilih bangsa Israel sebagai umat Kerajaan-Nya.

Allah memberikan aturan-aturan dan hukum-hukum khusus agar bangsa Israel tetap hidup kudus dan benar di hadapan-Nya. Pengudusan merupakan kehendak Allah bagi bangsa Israel dalam Perjanjian Lama. Di bawah otoritas Allah, pemerintahan Israel benar-benar berbeda dari bangsa-bangsa di sekitarnya dan berfungsi sebagai perwakilan Kerajaan Allah di dunia. Namun, bangsa Israel gagal mengimplementasikan Kerajaan Allah secara utuh. Oleh karena itu, Allah menyatakan strategi-Nya secara progresif dengan mengutus Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk menjadi manusia (Yohanes 1:14). Melalui kedatangan-Nya, setiap orang yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, dan keselamatan pun terbuka bagi bangsa-bangsa lain di luar Israel. Dalam Perjanjian Baru, anak-anak Allah menerima pengudusan melalui iman kepada karya keselamatan Kristus di kayu salib.

Itulah sebabnya, dalam 1 Petrus 2:9, tidak lagi disebutkan bahwa bangsa Israel adalah satu-satunya bangsa pilihan. Firman Allah kini ditujukan kepada semua orang yang telah menerima Kristus: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

Sebagai umat yang telah ditebus oleh darah Yesus, kita dipanggil keluar dari kehidupan lama dan dipisahkan dari dunia untuk menjadi milik Allah sepenuhnya, dengan tujuan memberitakan Injil Kerajaan-Nya. Sebagai warga Kerajaan Allah, kita dipanggil untuk menghidupi budaya serta nilai-nilai Kerajaan, yaitu hidup dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan Allah. (RSN)

Questions:
1. Apa panggilan kita sebagai warga Kerajaan Allah di dunia ini?
2. Bagaimana kita memperoleh pengudusan dan panggilan untuk hidup kudus?

Values:
Kita yang telah ditebus dipanggil untuk menjadi milik Allah, memberitakan Injil, dan hidup kudus serta benar di hadapan-Nya.

Kingdom Quotes:
Hidup dalam kekudusan dan kebenaran adalah gaya hidup warga Kerajaan Allah yang diperoleh karena iman kepada karya keselamatan Kristus di kayu salib.