TAHAN UJI MENDATANGKAN PENGHARAPAN

TAHAN UJI MENDATANGKAN PENGHARAPAN 

Bacaan Setahun:

1 Kor. 4
1 Raj. 17
Amos 1

“Dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:4)

Ini bukan sekadar kisah sepasang pelaut yang terdampar di lautan, tetapi sebuah ujian nyata tentang batas daya tahan manusia dan kekuatan sebuah pengharapan. Tahun 1973, Maurice dan Maralyn Bailey, pasangan asal Inggris, terombang-ambing selama 118 hari di Samudra Pasifik setelah kapal layar mereka, Auralyn, ditabrak paus dan tenggelam. Tanpa perlengkapan modern dan suplai memadai, mereka hanya bertahan di atas rakit penyelamat. Setiap hari, mereka harus menghadapi terik matahari, badai ganas, hiu-hiu yang terus mengintai, dan malam-malam penuh ketidakpastian. Mereka minum air hujan, makan ikan mentah yang ditangkap dengan tangan, bahkan burung laut yang hinggap di rakit. Dalam kondisi ekstrem, mereka tetap menjaga jadwal, berbagi makanan secara adil, dan mengawasi cakrawala—hingga akhirnya diselamatkan oleh kapal nelayan pada hari ke-118. Kisah ini terdokumentasi dalam buku 117 Days Adrift karya Maurice dan Maralyn Bailey, dan kembali diangkat oleh Sophie Elmhirst dalam Maurice and Maralyn (2024).

Kisah Maurice dan Maralyn Bailey mengajarkan bahwa pengharapan muncul ketika seseorang tekun berjuang dan tahan uji dalam segala situasi. Dalam keadaan yang nyaris tanpa harapan, mereka memilih untuk bertahan hidup dan akhirnya mampu menaklukkan kondisi yang paling putus asa sekalipun. Demikian juga dengan kita. Di tengah tantangan dan kesulitan apa pun yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita—meskipun mungkin saat ini kita belum melihat harapan—jika kita mau bekerja sama dengan Tuhan, maka pengharapan itu akan mulai tumbuh.

Ada dua hal penting yang perlu kita lakukan: Disiplin dalam doa, karena doa memiliki kuasa untuk mengubah hal yang mustahil menjadi nyata. Kedua, mendengarkan dan melakukan firman Tuhan, sebab kehendak-Nya selalu membawa kita kepada kebaikan. Percayalah, seperti pasangan pelaut itu, kita pun akan diberi kekuatan oleh Tuhan untuk keluar dari setiap persoalan yang paling sulit sekalipun. Tuhan Yesus yang kita imani adalah Pemilik kehidupan, yang sanggup melakukan yang terbaik bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya. Seperti tertulis dalam Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Karena itu, jangan pernah berhenti mengandalkan Tuhan. Tetaplah dekat dengan-Nya dalam keintiman doa, agar kita senantiasa terhubung dan bekerja sama dengan Tuhan untuk menapaki hidup yang penuh tantangan. Sebab bersama Tuhan, kita selalu memiliki kekuatan—dan harapan—untuk menjadi pemenang. (TL)

Questions:
1. Ditengah tantangan ataupun kesulitan, bagaimana sikap kita untuk menghadapinya?
2. Apakah kita masih setia berdoa, berharap kepada Tuhan, dan menaati Firman-Nya di tengah tekanan hidup saat ini? Diskusikan!

Values:
Jangan pernah berhenti mengandalkan Tuhan dan selalu dekat dengan Tuhan di dalam keintiman doa karena bersama Dia kita memiliki pengharapan yang pasti.

Kingdom Quotes:
Orang yang hidupnya selalu mengandalkan Tuhan akan memiliki kekuatan untuk dapat tahan uji menghadapi tantangan sesulit apapun.