ANUGERAH YANG MELIMPAH

ANUGERAH YANG MELIMPAH 

Bacaan Setahun:

1 Kor. 6
1 Raj. 19
Amos 3:3-4:3

“Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu.” (Keluaran 30:12)

Perjanjian Lama penuh dengan peraturan yang diberikan Tuhan kepada umat Israel. Meskipun peraturan tersebut baik, kenyataannya peraturan-peraturan itu menjadi beban berat yang sulit dipikul. Paulus menegaskan dalam Roma 3:19 bahwa hukum Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawahnya, untuk menunjukkan bahwa manusia tidak mampu memenuhi standar kesucian Allah. Setiap pelanggaran terhadap hukum membawa hukuman yang setimpal.

Salah satu peraturan mengenai persembahan dalam Keluaran menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap hukum Tuhan membawa akibat tulah atau hukuman. Namun, syukur kepada Allah, kita kini tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat, melainkan di bawah kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus (Roma 6:14). Dalam kasih karunia-Nya, Allah memberi hati yang baru, hati yang rela mengasihi-Nya dengan sukacita, bukan karena ketakutan akan hukuman.

Allah adalah Bapa yang penuh kasih, pengampunan, dan kesabaran. Ia tidak cepat menghukum ketika kita jatuh dalam dosa, melainkan memberi kita waktu untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Kasih dan kemurahan-Nya dimaksudkan untuk menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4). Namun kita juga perlu sadar bahwa kesabaran Allah bukan tanpa batas. Firman Tuhan berkata, Ia tidak ingin seorang pun binasa, tetapi supaya semua orang berbalik dan diselamatkan (2 Petrus 3:9). Karena itu, jangan menyia-nyiakan kasih karunia-Nya. Selama masih ada kesempatan, marilah kita merendahkan hati, memperbaiki hidup, dan berjalan kembali di dalam terang kasih-Nya.

Kita hidup di zaman anugerah yang melimpah. Kasih karunia Allah tercurah bagi setiap orang berdosa. Kita tidak perlu lagi takut mendekati-Nya, sebab Dia selalu mengulurkan tanganNya untuk memulihkan hidup kita tanpa syarat. Namun, bagi mereka yang menyia-nyiakan anugerah ini, mereka akan menerima ganjaran yang setimpal.

Marilah kita hidup dengan penuh syukur, menyadari betapa besar kasih dan anugerah yang diberikan kepada kita. Hidup di bawah kasih karunia memungkinkan kita bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan hidup yang memuliakan Tuhan. Dalam anugerah-Nya, kita dipanggil untuk hidup dengan penuh tanggung jawab dan tekad untuk terus mengasihi Allah, bukan karena ketakutan akan hukuman, tetapi karena kasih yang telah diberikan-Nya kepada kita. (DH)

Questions:
1. Bagaimana Anda dapat hidup lebih bersyukur atas kasih karunia Allah dalam keseharian Anda?
2. Apa langkah konkret yang bisa Anda ambil untuk tetap hidup sesuai dengan kasih karunia Allah?

Values:
Kasih karunia Allah bukanlah alasan untuk hidup dalam dosa, tetapi kekuatan untuk hidup dalam kebenaran.

Kingdom Quotes:
Anugerah yang melimpah adalah hadiah Allah yang tidak terhingga, bukan karena kita pantas, tetapi karena kasih-Nya yang tak terbatas.