IMAN ADALAH PAYUNG KEHIDUPAN

IMAN ADALAH PAYUNG KEHIDUPAN 

Bacaan Setahun:

1 Kor. 13
2 Raj. 7:3-20
Yunus 2

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1 – TB)

Ketika kita sedang berjalan kaki dan hujan tiba-tiba turun, secara naluriah kita akan mencari tempat untuk berteduh. Namun, alangkah bijaknya apabila kita telah mempersiapkan payung sebelumnya, terutama ketika langit sudah mendung dan tanda-tanda hujan mulai terlihat. Saat hujan benar-benar turun, kita dapat menggunakan payung tersebut untuk melanjutkan perjalanan kita. Payung itu memang tidak akan menghentikan hujan dan tidak menjamin tubuh kita sepenuhnya tetap kering. Namun, dengan payung itu, seolah-olah kita memperoleh keberanian untuk tetap melangkah menembus hujan hingga sampai ke tujuan, walaupun angin tetap bisa membuat kita sedikit basah.

Begitulah gambaran kehidupan. Ketika kita menghadapi berbagai persoalan, sering kali kita terdorong untuk mencari perlindungan atau pelarian. Tetapi, apabila kita memiliki dasar iman—layaknya payung di tengah hujan—kita akan memiliki keberanian untuk menghadapi masalah tersebut. Dasar iman ini adalah keyakinan kita kepada Yesus Kristus. Iman tidak sertamerta menyelesaikan masalah kita secara instan. Iman tidak serta-merta melunasi hutang kita atau mendamaikan segala pertikaian yang kita alami. Namun, iman adalah cara berpikir dan sikap hati yang yakin serta berharap, seraya memohon pertolongan Tuhan Yesus agar menyertai dan mendampingi kita dalam menjalani serta menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

Sering kali iman disalahartikan sebagai sikap menyuruh Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita seketika, layaknya mukjizat. Padahal, ketika kita sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus menyertai kita, hal itu akan menumbuhkan kekuatan, rasa percaya diri, dan harapan dalam diri kita untuk berani menyelesaikan masalah—meskipun keadaan kita sendiri sedang tidak baik-baik saja. Seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 10:13 (TB): “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Jadilah seperti Yesus—yang dengan keberanian menghadapi cambukan, memikul salib, terluka dan berdarah, jatuh berulang kali, namun tetap melangkah hingga akhir di Bukit Golgota. Yesus tidak lari dari penderitaan, walaupun sesungguhnya Ia tidak pantas menerima semuanya itu. Yesus telah membuktikan kasih dan ketaatan-Nya ketika menjadi manusia seperti kita. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus, kita pun harus meneladani-Nya. Jangan menyerah. Percayalah kepada Allah Bapa kita. Selesaikan perjalanan salib kita di dunia ini dengan iman yang teguh. (AS)

Questions:

1. Apakah kita bersama Tuhan Yesus atau menyuruh -Nya menyelesaikan masalah kita?
2. Apakah kita percaya ada masa depan bersama Allah Bapa kita?

Values:

Iman kepada Kristus membuka jalan pikiran dan keyakinan kita bahwa tak ada yang mustahil bersama-Nya.

Kingdom Quotes:

Seperti payung yang tidak menghentikan hujan, iman tidak menghapus masalah, tetapi memberi kekuatan untuk terus berjalan.