HARMONI
Bacaan Setahun:
1 Kor. 15:35-58
2 Raj. 11
Mikha 2
“Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mazmur 133:1-3)
Dalam sebuah kelompok paduan suara, diperlukan harmonisasi antara berbagai jenis suara agar menghasilkan keindahan. Jenis-jenis suara tersebut antara lain sopran, mezzo sopran, alto, tenor, dan bas. Masing-masing suara memiliki perannya sendiri. Agar terdengar indah, setiap bagian harus dinyanyikan sesuai dengan bagiannya. Tidak ada suara yang berdiri sendiri, dan tidak seharusnya ada suara yang menonjol sendirian. Jika itu terjadi, maka keharmonisannya akan rusak dan keindahannya berkurang.
Sebagai representasi dari Kerajaan Allah, kita pun harus hidup harmoni di tengah perbedaan yang ada. Kita adalah kesatuan tubuh Kristus, tidak ada yang dapat berdiri sendiri, atau saling memegahkan diri. Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat bekata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan (1 Korintus 12:20-22). Bila sesama anggota tubuh Kristus saling memegahkan diri, hal ini akan merusak kesatuan yang ada dan tidak elok dalam pemandangan Allah maupun manusia. Rasul Paulus menegaskan “Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan” (1 Korintus 12:25). Kesatuan tubuh Kristus harus mengutamakan saling memperhatikan dan memelihara harmoni, yaitu; hidup rukun dengan sesama, hidup rukun dengan keluarga, hidup rukun dengan pemimpin-pemimpin rohani dan juga sesama saudara seiman. Firman Tuhan katakan, apabila hal itu terjadi “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya”. (Mazmur 133:1)
Bagaimana mungkin kita dapat mengimpartasikan kehidupan yang harmoni kepada orang lain, jika hubungan kita dengan keluarga, pemimpin rohani, atau teman pelayanan tidak harmonis? Itu tidak mungkin. Segalanya harus dimulai dari dalam terlebih dahulu—dari relasirelasi terdekat kita—baru kemudian berdampak ke luar. Kehidupan yang harmonis menghasilkan urapan yang dapat diimpartasikan kepada orang-orang di sekitar kita. Hidup harmoni bukan sesuatu yang otomatis terjadi, tetapi harus diusahakan. Harus dimulai dari tubuh Kristus sendiri, dan dari sanalah dampaknya akan menjalar ke lingkungan sekitar: rumah, tempat kerja, sekolah, kampus, bahkan masyarakat luas.
Apa saja dampak dari kehidupan yang harmonis? Firman Tuhan menjelaskan bahwa di sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mazmur 133:3). Digambarkan seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion—bukan ke bawah, melainkan ke atas gunung. Ini bisa dimaknai bahwa melalui harmoni, Tuhan memberikan kenaikan: berkat, promosi, dan pemulihan, baik secara jasmani maupun rohani. Amin. (LA)
Questions:
1. Sebagai representasi Kerajaan Allah, bagaimana caranya kita memelihara kehidupan yang harmoni?
2. Apakah dampak yang timbul bila kita hidup harmoni?
Values:
Kehidupan yang mencerminkan harmoni bagi tiap warga Kerajaan Allah dimulai dari sikap kerendahan hati.
Kingdom Quotes:
Harmoni adalah cerminan hidup bersama di tengah perbedaan tanpa ‘berisik’.