TIDAK HANYA SALEH, TETAPI PENUH KASIH

TIDAK HANYA SALEH, TETAPI PENUH KASIH 

Bacaan Setahun:

2 Kor. 4:1-5:10
2 Raj. 17
Mikha 6

“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” (2 Petrus 1:5-7)

Kesalehan adalah kehidupan yang diarahkan kepada Allah, yang mencerminkan kekudusan dan kasih Allah dalam setiap aspek hidup kita. Hal Ini melibatkan pikiran, perkataan, perasaan, dan perbuatan yang menunjukkan keserupaan dengan Kristus. Kelahiran baru dan hidup baru dalam Kristus membawa kita keluar dari kehidupan lama dan dipisahkan dari dunia untuk menjadi milik Allah sepenuhnya, dengan tujuan memberitakan Injil Kerajaan-Nya dan hidup dalam budaya serta nilai-nilai Kerajaan Allah.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya kita harus mengembangkan dengan sungguh-sungguh iman kita. Ada tindakan aktif di dalam pertumbuhan rohani karena sifat-sifat kesalehan tidaklah bertumbuh secara otomatis tanpa usaha kita yang tekun untuk mengembangkannya. Pertumbuhan dalam kesalehan adalah proses menjadi semakin serupa dengan Kristus, yang melibatkan transformasi dalam pikiran, karakter, dan perbuatan. Kita tidak sekedar hidup beriman kepada Kristus, tetapi sungguhsungguh berusaha untuk menghidupi iman kita dengan gaya hidup yang baik, bijaksana, mampu menguasai diri, tekun dan setia serta penuh kasih. Tidak saja kasih kepada saudara-saudara seiman, tetapi juga kasih kepada semua orang.

Pada akhirnya jika kita semua semakin bertumbuh dalam hal-hal tersebut, maka kita akan terbukti sebagai orang yang benar-benar mengenal Tuhan kita Yesus Kristus karena iman kita kepada Kristus Yesus akan terlihat nyata jika disertai perbuatan baik. Pribadi Kristus sebagai ekspresi kasih Allah benar-benar nyata di dalam kehidupan kita. Karena kasih adalah hakikat Allah paling dalam, Dia tidak saja memiliki kasih, tetapi Dialah kasih itu. Semua orang akan tahu, bahwa kita adalah murid-murid Kristus, yaitu jikalau kita saling mengasihi sama seperti Dia telah mengasihi kita.

Jika tidak ada kasih maka kesalehan dan iman kita akan seperti kesalehan Imam dan orang Lewi yang hanya lewat dari seberang jalan ketika melihat seseorang yang dirampok ketika berjalan dari Yerusalem ke Yeriko (Lukas 10:30-37). Imam dan orang Lewi sebagai simbol kesalehan yang seharusnya menjadi harapan bagi orang itu tetapi justru ‘stecu’ atau setelan cuek, tidak peduli dan tidak berbuat apa-apa. Namun orang Samaria yang dipandang sebelah mata tidak hanya menunjukkan kesalehan tetapi juga memiliki kasih yang berlimpah-limpah. Bagaimana dengan kita? (RSN)

Questions:

1. Apakah bukti iman kita kepada Kristus?
2. Bagaimana mengembangkan iman kita dan hidup dalam kesalehan?

Values:

Orang yang beriman kepada Kristus akan menunjukkan imannya melalui hidup yang bijak, terkendali, tekun, setia, dan penuh kasih kepada sesama.

Kingdom Quotes:

Tanpa kasih, kesalehan dan iman kita sama seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing yaitu kebisingan tanpa makna.