SALIB: KEKUATAN DAN HIKMAT DARI ALLAH
Bacaan Setahun:
2 Kor. 6:14-7:16
2 Raj. 19
Nahum 1
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” (1 Korintus 1:18)
Bagi dunia, salib adalah simbol kekalahan—sebuah tiang hukuman yang hina. Tidak mengherankan jika banyak orang yang belum mengenal Kristus menganggap pemberitaan tentang salib sebagai sesuatu yang bodoh dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin keselamatan datang dari seseorang yang mati tergantung di kayu salib? Bukankah Tuhan seharusnya kuat, penuh kuasa, dan tak terkalahkan? Begitulah cara pandang dunia yang terbatas pada logika dan kemuliaan lahiriah.
Namun, justru di sanalah letak perbedaan antara hikmat manusia dan hikmat Allah. Yesus Kristus tidak datang dengan kekuatan militer atau kekuasaan politik. Ia datang dalam kerendahan hati, kelemahan, dan penderitaan. Ia mengorbankan diri, bahkan sampai mati di salib. Namun justru melalui penderitaan dan kematian-Nya, kuasa Allah dinyatakan secara sempurna. Salib bukan lambang kelemahan, melainkan kekuatan ilahi yang menghancurkan dosa, mengalahkan maut, dan membuka jalan keselamatan bagi siapa saja yang percaya.
Salib menyatakan dua hal besar sekaligus: betapa besar dosa manusia, dan betapa besar kasih Allah. Di salib kita melihat murka Allah terhadap dosa, tetapi juga menyaksikan belas kasih-Nya yang tidak terbatas bagi dunia yang rusak. Salib mengubah segalanya. Hidup yang semula binasa, kini diselamatkan. Hati yang keras menjadi lembut. Jiwa yang hancur dipulihkan. Identitas kita sebagai anak-anak Allah dipulihkan melalui karya salib.
Pemberitaan tentang salib bukan hanya untuk permulaan pertobatan. Salib menjadi dasar bagi seluruh kehidupan orang percaya. Di salib, kita belajar mengampuni, sebagaimana Kristus telah mengampuni kita. Di salib, kita belajar merendahkan diri, sebab keselamatan bukanlah hasil usaha kita sendiri. Di salib, kita belajar menyerahkan seluruh hidup kepada Allah yang berdaulat atas segala sesuatu.
Jangan pernah malu memberitakan salib Kristus. Sekalipun dunia mengoloknya, salib tetap membawa kehidupan. Sekalipun dianggap usang, salib tetap relevan untuk setiap zaman. Sebab bagi kita yang percaya, salib adalah kekuatan—bukan kekuatan manusia, melainkan kekuatan dan hikmat dari Allah sendiri. Mari kita hidup dengan mata tertuju kepada salib, agar setiap langkah kita dipimpin oleh kasih dan kuasa-Nya. Salib bukan akhir cerita, tetapi awal kehidupan yang baru. Di sanalah kita menemukan harapan, identitas, dan tujuan sebagai pengikut Kristus. (DD)
Questions:
1. Dalam hal apa Anda melihat kuasa salib nyata dalam hidup Anda?
2. Apakah Anda masih mengandalkan kekuatan sendiri, atau sungguh bersandar pada kasih karunia Allah? Saksikan!
Values:
Salib bukan hanya lambang penderitaan, tetapi tempat di mana kasih dan keadilan Allah bertemu. Di salib, dosa dihancurkan, maut dikalahkan, dan hidup baru diberikan.
Kingdom Quotes:
Dunia menganggap salib sebagai kebodohan, tapi bagi kita yang percaya, salib adalah kekuatan.