TETAP BERADA DI JALUR-NYA

TETAP BERADA DI JALUR-NYA 

Bacaan Setahun:

2 Kor. 8
2 Raj. 20-21
Nahum 2

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. (2 Petrus 1:3, 10)

Kecenderungan hati manusia adalah menyimpang, tidak taat, dan memberontak. Entah mengapa, menaati perintah Tuhan terasa begitu sulit. Padahal semua sudah jelas tertulis dalam firman-Nya—baik janji maupun konsekuensi dari ketidaktaatan. Namun demikian, manusia tetap saja melakukan pelanggaran. Benih dosa akibat ketidaktaatan Adam dan Hawa telah mengakar dalam diri setiap kita. Seharusnya, jika kita sungguh menyadari arti pengorbanan Kristus di kayu salib, hal itu cukup untuk membuka mata kita. Allah sangat ingin kita hidup dalam kebenaran melalui anugerah yang telah dilimpahkan-Nya. Anugerah keselamatan dan jaminan hidup kekal seharusnya meneguhkan keyakinan kita bahwa hidup saleh, mengenal Tuhan secara sungguh-sungguh, dan tetap berada di jalur-Nya adalah pilihan yang tepat—dan komitmen yang harus terus dijaga.

Godaan dunia begitu kuat menarik kedagingan kita, namun pengenalan kita akan Tuhan harus lebih kuat menjauhkan kita tergoda oleh hawa nafsu dunia. ‘Tingginya bubungan bait Allah’, bisa saja membuat kita terlena dan membuat mata kita silau akan gemerlapnya kemilau dunia yang ada di bawahnya, namun keteguhan kita untuk tetap berada di jalur-Nya seharusnya membuat kita tidak goyah karena kita bukan melihat yang sementara, tetapi apa yang kekal.

Tiga kelemahan utama manusia adalah mata, telinga, dan hati. Ketiganya merupakan celah masuknya dosa. Jika kita tidak berjalan dalam jalur Tuhan, maka kita mudah tergelincir. Mata memengaruhi pikiran. Apa yang kita lihat akan dikelola oleh akal budi kita. Jika kita tetap di jalur Tuhan, maka segala yang bertentangan dengan firman-Nya akan kita saring dan tolak. Demikian juga telinga. Apa yang kita dengar bisa membangun, tetapi juga bisa menghancurkan. Maka, setiap suara yang masuk harus kita nilai dengan kebenaran firman Tuhan. Adapun hati manusia ibarat tanah—apa pun bisa tumbuh jika tidak dijaga. Maka, pagarilah hati kita dengan firman-Nya, agar tidak menyimpang atau serong.

Hal apa yang paling sering menyebabkan terjadinya kecelakaan maut? Karena tidak berada di jalur yang benar! Sedikit saja penyimpangan, sedikit saja kita membuka celah, sedikit saja kita kompromi, maka dari yang sedikit itu akan membawa kita kepada ‘kecelakaan maut’. Mari berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh, yaitu hidup tetap berada di jalurnya Tuhan. (LA)

Questions:

1. Hal apakah yang membuat manusia sulit untuk taat dan mengikuti apa yang Tuhan perintahkan?
2. Sebutkan dan jelaskan tiga kelemahan manusia yang dapat membuat manusia keluar dari jalurnya Tuhan!

Values:

Sewaktu kita memilih hidup sebagai warga Kerajaan Allah, maka di saat yang sama pula kita pun wajib tunduk kepada segala ketentuan sebagai warga-Nya.

Kingdom Quotes:

Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan akan Dia. Tetaplah berada di jalur-Nya!