SIAP DIAMATI
Bacaan Setahun:
Yoh. 1:1-18
1 Taw. 5-6
Zef. 2
“Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri” (Zakharia 7:6)
Dalam kesempatan lain dan masa yang lain pula, Paulus menulis kata-kata yang serupa, “….. Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk KEMULIAAN ALLAH” (1 Korintus 10:31). Apakah Allah menaruh perhatian yang sedemikian telitinya sampai-sampai ia melihat cara kita makan dan minum? Apakah Ia memperhatikan saat kita menyingkirkan tauge di tepi piring karena kita membencinya?
Apa yang Paulus maksudkan di sini adalah dalam hubungannya dengan komunitas interaksi sosial. Masyarakat memperhatikan kehidupan orang-orang percaya. Mereka mengamat-amati dengan teliti setiap kehidupan orang Kristen. Bahkan sampai makan dan minum mereka diamat-amati. Kalau ada orang Kristen yang melakukan kesalahan kecil saja, beritanya akan menyebar di mana-mana. Apalagi pendeta, sampai sepatunya belum disemir saja, jemaat tahu.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita dapat mempermuliakan Kristus dalam setiap segi kehidupan? Karena kita adalah wakil-wakil Allah di bumi ini, sepertinya untuk memberitakan Kristus kepada dunia tidak cukup hanya dengan kata-kata belaka. Dunia menuntut untuk melihat Kristus dalam kehidupan kita. Jadi jangan heran bila semua mata menyorot kehidupan kita. Apakah gerak kita menjadi terbatas? Perlukah kita menjauhkan diri dari mereka? Apakah kita seperti para selebritis yang harus menghindarkan diri dari kejaran paparazzi? Anda tidak perlu takut, justru seharusnya sikap kita adalah menunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah terang dunia (Matius 5:14). Dengan melihat terang dalam kehidupan kita, dunia akan menyadari bahwa mereka memerlukan terang Allah. Dan dengan terang itu pula kita dapat menuntun mereka kepada terang-Nya yang ajaib.
Suatu hari, seorang pelancong Inggris berjalan-jalan di Yerusalem dan mencoba menemukan seseorang yang mengerti bahasa Inggris dan Arab. Pelancong ini kemudian menghentikan seorang anak kecil yang mengerti bahasa Inggris sedikit dan bertanya kepadanya apakah ia tahu rumah seorang misionaris. Sambil mengangkat wajahnya, ia berkata, “Apakah yang Tuan maksudkan adalah seorang wanita yang tinggal dengan Allah?” Cukuplah dapat ditangkap maksud perkataan anak kecil ini misionaris itu telah menerjemahkan pribadi Kristus dengan benar kepada penduduk setempat. (DH)
Questions:
1. Apakah kehidupan kita sehari-hari—termasuk halhal kecil seperti makan dan berbicara—sudah mencerminkan kemuliaan Allah?
2. Jika orang lain melihat hidup kita tanpa kita berkata apa pun, apakah mereka bisa melihat Kristus di dalam kita?
Values:
Kesaksian melalui tindakan dampaknya lebih ampuh daripada sekedar kata-kata belaka.
Kingdom Quotes:
Dunia mungkin tidak membaca Alkitab, tapi mereka membaca hidup kita.