KODRAT ILAHI
Bacaan Setahun:
Yoh. 1:35-51
1 Taw. 9
Hagai 1:1-2:23
“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (2 Petrus 1:3-4)
Menurut KBBI, arti kata “kodrat” adalah hal-hal yang melekat pada seseorang sejak lahir, bukan yang dilekatkan orang lain. Jadi sebagai manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar Allah kita seharusnya memiliki kodrat ilahi sebagai ciptaan Allah yang berkuasa sebab Tuhan telah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26)
Namun ketika manusia jatuh dalam dosa, Adam bukan hanya gagal “menjaga” Taman Eden, tetapi Adam kehilangan kuasa atas bumi. Bumi menjadi terkutuk dan dengan bersusah payah manusia akan bekerja untuk mencari nafkah. Kejatuhan manusia dalam dosa telah merusak maksud Allah menciptakan manusia untuk menjadi perwakilan Kerajaan-Nya di bumi. Manusia tidak lagi memiliki kuasa ilahi untuk memerintah dan melawan dosa. Dosa semakin mengikat manusia sehingga kehidupan manusia semakin jahat dan kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan. Dosa tidak saja membuat manusia memberontak kepada perintah Allah, tetapi juga memberontak terhadap pribadi, karakter dan otoritas Allah.
Manusia tidak lagi dapat bersekutu dengan Allah. Allah yang maha kudus tidak mungkin dapat bersekutu dengan manusia yang berdosa. Sekalipun gambar dan rupa Allah dipertahankan, manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tanpa persekutuan dengan Allah, manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, kasih manusia menjadi dingin dan lebih cenderung untuk mementingkan diri sendiri serta hidup di luar kodrat ilahi.
Dalam kehidupan manusia, dosa semakin bertambah kuat dan liar, sehingga tidak ada aspek manusia yang tidak tercemar. Ini berarti sampai kapan pun manusia tidak akan dapat memperbaiki dirinya sendiri karena dosa. Usaha keselamatan tidak mungkin diusahakan oleh manusia. Manusia perlu ditebus dari dosa dan dikembalikan menurut pola, rencana dan tujuan Allah yang semula. Allah sebagai pencipta memberikan solusi dan janji penebusan atas dosa manusia dengan mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib menebus dosa-dosa manusia dan membawa manusia kepada rencana Allah sebelum manusia jatuh dalam dosa.
Karya Kristus di salib mengembalikan identitas manusia sebagai perwakilan Kerajaan Allah di bumi dan menganugerahkan kuasa ilahi untuk hidup saleh dalam persekutuan dengan Allah dan mengambil bagian dalam kodrat ilahi untuk menjadi serupa dengan Kristus dalam kekudusan-Nya. (RSN)
Questions:
1. Apakah kodrat ilahi manusia sebagai ciptaan Allah?
2. Bagaimana keadaan manusia setelah jatuh dalam dosa?
Values:
Kodrat ilahi manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar Allah adalah kuasa ilahi untuk berkuasa atas bumi, hidup saleh dan semakin mengenal Dia.
Kingdom Quotes:
Kelahiran baru dalam Kristus menganugerahkan kepada kita kuasa ilahi untuk hidup saleh dan semakin menjadi serupa dengan Kristus dalam kekudusan-Nya.