HIDUP SEBAGAI ORANG MERDEKA

HIDUP SEBAGAI ORANG MERDEKA 

Bacaan Setahun:

Yoh. 3:1-21
1 Taw. 12
Zak. 2

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petrus 2:16-17)

Hari ini kita merayakan peringatan Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Sebuah momentum bersejarah atas terbebasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan dan lahirnya negara kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan yang tidak mudah oleh para pendahulu kita, dan sudah seharusnya dijaga serta diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “hal-hal yang bermanfaat” itu?

Dalam bacaan hari ini, orang percaya diingatkan kembali untuk hidup sebagai orang yang telah dimerdekakan. Kita diberi kebebasan untuk menjalani hidup sesuai dengan kehendak kita tanpa campur tangan yang semena-mena dari pihak lain. Akan tetapi, Rasul Petrus mengingatkan bahwa kemerdekaan yang telah kita terima harus dijalani sebagai hamba Allah. Orang percaya yang telah dibebaskan oleh darah Kristus tidak lagi hidup menurut kehendak pribadinya, melainkan menurut kehendak Allah, yaitu hidup sebagai hamba-Nya.

Mengisi kemerdekaan sebagai orang percaya dapat diwujudkan dengan menjalankan kasih kepada Tuhan dan sesama. Melalui kasih, kita melihat sesama saudara dalam Kristus, serta sesama anak bangsa, sebagai rekan seperjuangan dalam menghadirkan kebaikan bersama. Hal ini sangat penting, karena tanpa kasih, bagaimana mungkin kita dapat memandang “sesama” sebagai saudara?

Selanjutnya, firman Tuhan berkata: “Takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petrus 2:17). Kita diminta untuk taat kepada pemerintah dan para pemimpin kita. Tentu saja, Allah harus kita hormati di tempat yang terutama, kemudian barulah penghormatan diberikan kepada para pemimpin—baik pemimpin negara maupun pemimpin gereja di dunia ini.

Mari kita dengan rendah hati terus memohon rahmat Tuhan, agar kita mampu mengisi kemerdekaan ini dengan baik dan benar. Di hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ini, marilah kita sebagai Gereja mengucap syukur atas segala berkat dan penyertaan Tuhan bagi negeri kita tercinta. Kita juga diajak untuk mendoakan Presiden dan Wakil Presiden beserta seluruh jajarannya, serta seluruh rakyat Indonesia, agar Allah melimpahkan rahmat dan penyertaan-Nya demi kemajuan bangsa menuju masa depan yang gilang-gemilang. (AH)

Questions:

1. Mengapa orang percaya disebut sebagai orang yang merdeka?
2. Apakah tujuan orang percaya hidup sebagai orang yang merdeka?

Values:

Orang yang merdeka adalah orang yang mengusahakan kebaikan dan damai sejahtera Allah di tengah dunia.

Kingdom Quotes:

Orang percaya tidak hanya merdeka dari dosa, tapi juga terpanggil untuk mengisi kemerdekaan dengan kasih dan ketaatan.