MERDEKA ATAU MATI

MERDEKA ATAU MATI 

Bacaan Setahun:

Yoh. 3:22-36
1 Taw. 13-14
Zak. 3

“Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma 6:20-22)

Bulan ini adalah bulan peringatan Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia. Tak terasa, Indonesia telah menginjak usia 80 tahun. Kita patut bersyukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan oleh para pahlawan bangsa. Berkat perjuangan mereka, hari ini kita dapat menikmati hasil dari kemerdekaan tersebut.

Sehubungan dengan tema kemerdekaan, renungan hari ini mengajak kita merenungkan makna kemerdekaan bagi setiap kita secara pribadi. Sebagai murid Kristus, apakah kita sudah benar-benar merdeka dari dosa, atau masih diperhamba oleh dosa? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “merdeka” berarti: bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya), berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung pada orang atau pihak tertentu, leluasa.

Dari berbagai pengertian tersebut, pengertian yang manakah yang sungguh-sungguh telah kita alami secara rohani? Apakah kita sudah benar-benar bebas dari perhambaan dosa? Bebas dari penjajahan dosa? Terlepas dari tuntutan dosa masa lalu? Tidak lagi terikat atau bergantung pada dosa seksual, perzinahan, narkoba, atau hal-hal lain yang merusak tubuh kita dan menjauhkan kita dari kasih Tuhan?

Mari kita berdiam sejenak dan merenungkannya. Setelah itu, jawablah dengan jujur: Apakah masih ada hal yang mengikat hidup kita? Meskipun mulut kita berkata, “Saya sudah merdeka,” kenyataannya bisa saja berbeda. Jika masih ada belenggu dalam hidup kita, mari datang kepada Tuhan. Mintalah kemurahan-Nya untuk mengampuni dan membebaskan kita, agar kita benar-benar merdeka dan memperoleh kehidupan yang kekal.

Rasul Paulus berkata, “Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.” (Roma 6:20) Artinya, ketika kita masih diperhamba oleh dosa, tidak ada kebenaran di dalam kita, dan akhirnya kita akan berujung pada kematian kekal. Kita tahu, semua perbuatan dosa itu memalukan—baik memalukan diri sendiri, terlebih lagi mempermalukan nama Tuhan. Lalu, mengapa masih ada yang mau diperhamba oleh dosa? Jangan berlaku bodoh! Karya Kristus di kayu salib telah memerdekakan kita sepenuhnya! Pilihlah untuk hidup di dalam kemerdekaan sejati. Kemerdekaan dari dosa mengubah status kita: dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran, dari hamba setan menjadi hamba Allah, dari anak iblis menjadi anak-anak Allah.

Haleluya! Perubahan status ini berdampak sangat besar, baik bagi kehidupan kita saat ini maupun dalam kekekalan. Jiwa kita tidak binasa, tetapi memperoleh hidup yang kekal. Hari demi hari, kita dikuduskan, dimurnikan, dan dibentuk agar menjadi segambar dan serupa dengan Kristus, sehingga maksud dan tujuan Allah yang mulia digenapi dalam hidup anak-anakNya. Setelah memahami arti kemerdekaan yang sebenarnya, manakah yang Anda pilih? Merdeka atau mati? (LA)

Questions:

1. Apakah makna kemerdekaan bagi Anda?
2.Bagaimana Anda merefleksikan makna kemerdekaan di dalam kehidupan kerohanian Anda?

Values:

Setiap kita yang disebut hamba Allah, berarti hidup kita dipimpin dan dikendalikan oleh Allah, tidak ada kompromi akan dosa.

Kingdom Quotes:

Merdeka atau mati, itu adalah pilihan. Pilihlah merdeka, jika Anda tahu betul manfaatnya bagi jiwa Anda!