REFLECTING GOD’S CHARACTER
Bacaan Setahun:
Yoh. 6:1-21
1 Taw. 22:2-23:32
Zak. 9
“Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:24 – TB2)
Tema renungan Minggu keempat bulan Agustus 2025 adalah Reflecting God’s Character yang memiliki arti Merefleksikan Karakter Allah. Merefleksikan karakter Allah berarti hidup yang mencerminkan siapa Allah sebenarnya—yaitu kudus, benar, penuh kasih, dan setia. Ini bukan soal menjadi sempurna, tetapi tentang menjadi serupa dengan Kristus dalam sikap, pikiran, dan tindakan sehari-hari. Mari kita belajar tiga hal tentang Reflecting God’s Character.
Yang pertama, Mengenakan Manusia Baru: Hidup yang Diperbarui secara Rohani. Mengenakan manusia baru artinya melepaskan cara hidup lama yang dikuasai dosa dan membiarkan Roh Kudus memperbarui hati dan pikiran kita setiap hari. Roma 12:2 menegaskan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…” Mengenakan manusia baru berarti melepaskan hidup lama yang penuh dosa dan membiarkan Roh Kudus memperbarui hati serta pikiran kita setiap hari.
Yang kedua, Manusia Baru Diciptakan Menurut Kehendak Allah. Identitas baru kita tidak ditentukan oleh dunia, tetapi oleh Allah sendiri. Kita dipanggil untuk hidup sesuai rancangan-Nya, bukan keinginan diri. 2 Korintus 5:17 mengingatkan kita “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Identitas sejati kita adalah ciptaan baru dari Allah, yang meninggalkan kehidupan yang lama dan hidup sesuai rancangan-Nya, bukan berdasarkan keinginan dunia maupun diri sendiri.
Yang ketiga, Kebenaran dan Kekudusan sebagai Ciri Khas Manusia Baru. Allah adalah kudus dan benar. Maka, setiap orang yang mencerminkan karakter-Nya harus hidup dalam kebenaran dan menjauhi dosa. 1 Petrus 1:15–16 menegaskan “…jadilah kudus di dalam seluruh hidupmu, karena ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Manusia baru harus hidup dalam kebenaran dan kekudusan, mencerminkan karakter Allah yang kudus dan benar.
Merefleksikan karakter Allah bukanlah tentang penampilan rohani, tapi tentang perubahan batin yang nyata. Kita dipanggil bukan hanya untuk dikenal sebagai orang percaya, tapi untuk memperlihatkan siapa Allah itu melalui hidup kita. Merefleksikan karakter Allah berarti hidup sebagai ciptaan baru yang diperbarui oleh Roh Kudus, meninggalkan hidup lama, dan menjalani hidup dalam kebenaran serta kekudusan sesuai kehendak Allah, bukan hanya tampilan rohani tapi perubahan batin nyata yang memancarkan siapa Allah sebenarnya. Apakah orang lain bisa melihat Kristus melalui hidup kita hari ini? Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Bagaimana cara merefleksikan karakter Allah ke dalam kehidupan kita?
2. Mengapa kita perlu mengenakan manusia baru?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari sebagai ciptaan baru ia harus mengenakan manusia baru.
Kingdom Quotes:
Identitas sejati kita adalah ciptaan baru dari Allah yang meninggalkan kehidupan lama dan hidup sesuai dengan rancangan-Nya, bukan menurut keinginan dunia atau diri sendiri.